Pangdam Hasanuddin Tegaskan Netralitas TNI

21 November 2017 15:46
Pangdam Hasanuddin Tegaskan Netralitas TNI

POSMA,MAKASSAR—Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Agus SB,  menegaskan,  netralitas TNI dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) adalah sebuah kewajiban.

Itu diungkapkan Agus SB saat menghadiri upacara serah terima jabatan Komandan Yonif Raider 700/Wira Yudha Cakti dari Letkol Inf Horas Sitinjak kepada Mayor Inf Samsul Komar di Lapangan Yonif Raider/700 Wira Yudha Cakti, Senin, 20 November.

Menurutnya, pilkada di Sulsel pada 2018 mendatang, prajurit TNI harus netral. Namun, di sisi lain harus bisa mengidentifikasi dan mendeteksi kemungkinan kerawanan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Jadi bukan berarti prajurit memusuhi paslon, tetapi mereka harus mengenal dan memotivasi, serta mengajak paslon untuk menghadirkan pesta demokrasi yang aman,"beber suami Bella Saphira ini.

Kodam Hasanuddin, kata dia, mulai panglima hingga prajurit terendah harus dan wajib netral, karena itu panggilan tugas pokok TNI. "Mana kala tidak netral, maka sudah mengingkari jati diri dia dan akan ada proses hukumnya,"kata mantan Komandan Grup 3/Sandi Yudha, Kopassus ini.

Agus SB yang juga lulusan Akademi Militer tahun 1984 ini menjelaskan,   jika ada prajurit yang tidak netral, itu bisa dilaporkan. Asalkan disertai bukti, kalau benar pastilah dihukum.  Demikian pula  dengan dirinya sebagai panglima, "Kita akan cek. Jika benar tidak netral, pastilah dihukum,"urainya.

Prajurit TNI harus berdiri di semua pihak dan tidak boleh menggunakan atribut salah satu paslon atau kemampuan dirinya untuk golongan tertentu. Hanya saja, tambah Agus, prajurit harus mengenal juga paslon, kalau bergaul itu bukan memihak, tetapi memang bagian bagaimana memotivasi dan memberikan masukan agar pesta demokrasi aman. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya