Sakit Hati, Sebar Video Hoaks

28 November 2017 04:50
Sakit Hati, Sebar Video Hoaks

POSMAKASSAR,MAKASSAR-Sakit hati terjaring operasi Zebra menjadi motif tersangka ujaran kebencian,  Iwan Alek Efendi, (30).

Ia pun membuat dan mendistribusikan konten video hoaks ke media sosial. Akibat ulahnya itu, tersangka terancam pidana paling lama enam tahun kurungan penjara.

Warga Jalan Nusa Kambangan, Kecamatan  Denpasar Barat, Provinsi Bali ini, diringkus personel Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel di Bali, Jumat pekan lalu.

Tersangka memposting video pembakaran sejumlah sepeda motor personel kepolisian di depan salah satu kampus di Jalan Sultan Alauddin pada peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 2016 lalu.

Tersangka mengubah judul video itu menjadi "Akibat Operasi Zebra” dan mengunggahnya pada Minggu, 5 November lalu. Seolah-olah, pembakaran sejumlah sepeda motor milik kepolisian itu karena dampak operasi Zebra yang dilakukan kepolisian.

Postingan itu pun viral. Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel melakukan penyelidikan terkait unggahan video hoaks tersebut.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono, menjelaskan, saat rilis di Mapolda Sulsel, Minggu, 26 November, menjelaskan,  video dengan konten hoaks tersebut telah viral di media sosial dan menjadi bahan provokatif terhadap para pengguna media sosial yang menonton video tersebut.

Dia merinci, video tersebut sudah ditayangkan  7.300.000 kali, mendapatkan komentar 11 ribu warganet, like dan emotion sejumlah 57 ribu, serta 100.600 kali dibagikan oleh pengguna media sosial lainnya.

Pasal yang ditersangkakan  yakni sesuai Pasal 28  ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Ancaman Pidana paling lama 6  tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Sementara itu,  Iwan Alek Efendi, tak menyangka akibat ulah isengnya itu bisa berurusan dengan kepolisian. Di hadapan polisi, ia mengunggah dan menyebarkan video provokatif dan informasi palsu karena iseng dan bertepatan dengan Operasi Zebra.

Dirinya juga mengaku, sakit hati karena pernah terjaring operasi Zebra saat berkendara dan oknum polisi lalu lintas saat itu seolah-olah mencari kesalahannya dan berinisiatif sendiri untuk memberi uang sebesar Rp20 ribu kepada oknum Kepolisian Lalu Lintas di  Gilimanu-Jembrana, Provinsi Bali agar tidak dipersulit.(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya