Ngoceh Soal KTP Dukungan DIAmi, Dua Legislator Makassar Disorot Warga

10 December 2017 19:14
Ngoceh Soal KTP Dukungan DIAmi, Dua Legislator Makassar Disorot Warga

POSMA, MAKASSAR – Dua anggota DPRD Kota Makassar ngoceh dimedsos soal dugaan KTP dukungan DIAmi ditukar sembako dan dibegal, mendapat tanggapan serius dari sejumlah warga Kota Makassar.

Jika sebelumnya legislator dari Partai Golkar Makassar Rahman Pina (RP) menduga ada aroma begal KTP warga, anggota dewan Busranuddin Baso Tika (BBT) dari PPP Makassar kini curigai KTP warga akan di tukar sembako.

Pernyataan kedua legislator Makassar tersebut sontak mendapat perlawanan dari warga Makassar. Kicauan kedua legislator Makassar tersebut, RP dan BBT menurut warga Tamamaung Kecamatan Panakukang dianggap tidak punya dasar pembuktian.

“RP dan BBT itu asal bicara saja, harusnya mereka itu yang harus dipertanyakan, kenapa hal yang tidak ada buktinya kemudian menjadi kicauan di media, banyak hal yang lebih besar yang harusnya mereka sampaikan ke publik, misalnya alih fungsi fasum fasos, ” Kata Muslim salah seorang warga Kelurahan Tamamaung, Minggu ( 10/12/17).

Seperti pernyataan BBT terkait kecurigaanya KTP dukungan DIAmi ditukar dengan sembako, menurut Muslim yang juga mantan pengurus salah satu Partai mengatakan, harusnya BBT intropeksi diri kalau ia sebagai anggota dewan yang lahir dari rakyat, lalu kemudian menghina rakyat, tentu sangat miris dengan sikap dan pernyataannya KTP di tukar sembako.

Menurut Muslim, dukungan warga kepada DIAmi sangat jelas karena kinerja dan keberhasilan sosok Walikota Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sebagai bakal calon petahana sudah terbukti dan tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Kota Makassar, apalagi saat ini pembangunan di Kota Makassar sangat maju dengan semua program – program yang menjadi visi misi yang telah diraih bersama rakyat.

“Masyarakat sekarang tidak gampang di bodohi apalagi mendukung hanya karena sembako, meskipun kami ini hanya rakyat kecil tapi prinsip kami tidak bisa ditukar dengan apapun apalagi hanya dengan sembako, kecurigaan BBT dan RP itu mungkin hanya karena ketakutannya saja kalau pak DP lolos jadi calon tetap di pilwali Makassar, ” terang Muslim.

Terkait dugaan RP soal aroma begal KTP, tambah Muslim, Ia boleh- boleh saja beranggapan demikian. Tetapi seharusnya itu disertai pembuktian yang akurat, tidak asal berbicara.

“RP jangan cuma mencium aroma Begal KTP, tetapi harusnya juga pertajam masalah kasus fasum fasos yang ada didapilnya,” paparnya.

Sementara kecurigaan BBT, yang mengatakan KTP ditukar Sembako, juga mendapat perlawanan dari salah seorang warga pendukung Danny – Indira Mulyasari.

“Kecurigaan BBT itu harus dibuktikan, kami tidak pernah mau menukar hak konstitusi kami dengan sembako, hati – hati kalau bicara, ” tegas Agus Salim.

Menurut Agus Salim, seharusnya BBT sebagai anggota dewan punya etika dalam berbicara, karena rakyat yang telah memilih dan memberikan kepercayaannya untuk menjadi wakil di DPRD, tentu berharap kualitas dan kinerjanya bisa diandalkan, bukan sebaliknya malah menghina dan merendahkan rakyat.

“Harusnya saudara BBT itu sadar diri jangan seenaknya menghina kami, meskipun kami ini rakyat kecil, tidak sepadan hak pilih atau dukungan kami kemudian ditukar dengan sembako, jangan samakan kami dengan orang – orang yang tidak punya prinsip, loncat kiri loncat kanan tidak punya prinsip, ” Kata Agus Salim.

Agus Salim menegaskan, BBT boleh beda pilihan dengan DIAmi, tetapi tidak sepantasnya menghina rakyat. Menurut Agus, justru pihaknya kuawatir dengan sosok BBT yang sebelumnya getol membela pasangan DIAmi, namun tiba – tiba kini berubah pandangan dengan gencar menyerang pihaknya.

“Awalnya justru BBT yang paling banyak membela pak Danny bahkan akan pasang badan. Jangan – jangan komitmennya BBT yang kemarin untuk jadi garda terdepan mengawal DP itu, yang justru sudah ditukar dengan sembako, mungkin sembakonya spesial, ” ungkap Agus Salim.

Agus Salim menambahkan, BBT harusnya paham, masyarakat sudah cerdas dalam menentukan pilihan, jadi tidak layak bila Ia yang menjabat anggota dewan asal bicara. Warga memberikan dukungan dengan menyertakan KTP, tambahnya, itu ikhlas bukan di bayar apalagi ditukar dengan sembako.

” Jangan letakkan pada kami kebiasaan yang mungkin BBT sering lakukan kalau butuh suara dengan cara suara rakyat ditukar dengan sembako, kalau mau BBT pakai saja gaya seperti itu, tapi buat kami memilih pemimpin itu bukan karena sembako tapi karena niatnya membangun Makassar dan kerja – kerja Pak Danny sudah kami rasakan,” tambahnya. (*).

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya