Zulkifli Thahir : Ocehan BBT Sarat Kemanfaatan dan Kepentingan

11 December 2017 05:26
Zulkifli Thahir : Ocehan BBT Sarat Kemanfaatan dan Kepentingan

POSMA, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Makassar, Burhanuddin Baso Tika (BBT) yang menjadi sosotan publik karena ocehannya soal dugaan KTP dukungan paslon DIAmi ditukar sembako, juga ditanggapi negatif sejumlah politisi partai.

Seperti diketahui sebelumnya, BBT adalah orang yang paling setia dan paling memuja kepemimpinan Walikota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, namun sikap BBT terakhir justru berseberangan dengan Danny bahkan terang-terangan menunjukkan sikap perlawanan.

Berubahnya sikap BBT ditanggapi oleh Wakil Ketua Bapilu DPC Partai Demokrat Kota Makassar, Zulkifli Thahir yang menurutnya sikap BBT dinilai sebagai sikap yang dikenal dengan istilah pragmatis politik, sikap yang sarat dengan kemanfaatan atau kepentingan. 

“Pragmatisme politik adalah sikap dari politisi yang selalu menjadikan politik sebagai sarana untuk mencapai keuntungan dan kepentingan pribadi. Pragmatisme politik menganggap bahwa berpolitik merupakan cara mudah untuk meraih status sosial terhormat, kedudukan dan jabatan tinggi serta kemampuan ekonomi”, ujar Chuleq sapaan akrab Zulkifli Thahir kepada media, Minggu (10/12/17).

Ketua DPC IMDI Makassar ini mengatakan, sikap pragmatisme politik bukan sebagai idealisme untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, berpolitik hanya sebagai mata pencaharian bukan untuk memperjuangkan nilai-nilai dan aspirasi rakyat. 

Contoh nyata dari sikap pragmatisme politik itu, kata dia, seperti mudahnya berpindah seorang politisi dari suatu partai ke partai lainnya hanya untuk mendapatkan kedudukan atau jabatan.

Terkait pernyataannya di beberapa media online bahwa BBT ini menginginkan Walikota yang bersih, katanya, maka perlu juga diingatkan, “Jangan bicara bersih kalau sapunya saja masih kotor,” papar Zulkifli.

Partai Demokrat adalah partai yang konsisten begitupun dengan orang-orang didalamnya, ini menunjukkan bahwa Demokrat jauh dari sikap pragmatatis dan akan tetap berkomitmen dan mendukung serta akan berjuang memenangkan DIAmi di Pilwali 2018 tahun depan”, tutup Zulkifli.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sulsel, Rizal Syarifuddin menilai apa yang diucapkan BBT sama sekali tidak mencerminkan sifat parpol (PPP).

“Harusnya Ia malu bersikap seperti itu, banyak media yg merekam kalau dari awal beliau menyanjung Pak Danny, sampai mengancam-ngancam DPW PPP. Nah, sekarang ketahuan juga,” ungkap Rizal saat dikonfirmasi, Minggu (10/12).

Rizal bahkan heran melihat sikap BBT. Pasalnya, ia memperlihatkan sikap bertentangan dengan keputusan partai. Tak hanya dirinya, kata Rizal, sebagian besar pengurus di tingkat DPW pun juga demikian.

“Kami juga heran dengan sikap politiknya. Padahal sikap politik PPP salah satunya istiqomah (konsisten),” kata Rizal (*).

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya