Bawaslu Ancam Pidanakan Oknum Yang Menghambat Verifikasi Faktual

16 December 2017 12:06
Bawaslu Ancam Pidanakan Oknum Yang Menghambat Verifikasi Faktual

POSMA, MAKASSAR – Maraknya ulah oknum yang tidak berkepentingan mengawasi proses verifikasi faktual jalur perseorangan bakal calon Walikota Makassar, membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar geram.

Komisioner Bidang Hukum dan Penindakan, Bawaslu Kota Makassar, Rizi Maulana yang dihubungi Pos Makassar, Sabtu (16/12/2017) mengatakan, akhir-akhir ini banyak oknum yang mencoba merusak tatanan yang telah ditetapkan, dengan tindakan yang mengarah pada upaya menghambat proses verifikasi faktual.

Menyikapi hal tersebut, katanya, Panwas pasti akan bertindak tegas. Apalagi kalau pelanggaran punya alat bukti yang real, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Panwas dengan tegas akan memproses mereka bila ada alat bukti, sebagai tindakan pidana ,” katanya.

Menurutnya, pengawasan melalui partisipatif masyarakat memang diharapkan, namun pada batas dan koridor tertentu serta tidak melabrak aturan main yang telah ditetapkan.

Pengawasan dengan melibatkan partisipasi masyarakat, paparnya, sama sekali tidak dibolehkan adanya tindakan yang bersifat intimidasi terhadap tim verifikator, termasuk larangan memotret identitas pendukung.

“Bilamana ini terjadi maka sudah tentu masuk klasifikasi pelanggaran, melabrak aturan dan kode etik penyelenggara pemilu,” jelasnya.

Sebelumnya, tim saksi DIAmi melaporkan dugaan pelanggaran di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, di kantor Bawaslu, Jalan Anggrek, Rabu lalu.

Ketua tim pendataan DIAmi, Abdul Haris Awie, memprotes tiga poin yang dianggap merugikan proses verifikasi faktual. Yakni adanya campur tangan parpol.

Adanya bukti video pemotrotetan KTP dari pihak uang mengatasnamakan tim pilwali bersih, ketiga adanya pencatutan logo KPU oleh oknum-oknum yang tidak jelas identitasnya (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya