Catut Nama Wakapolri, Saudi Afandi Diciduk Resmob Polda Sulsel

16 December 2017 23:06
Catut Nama Wakapolri, Saudi Afandi Diciduk Resmob Polda Sulsel

POSMA, MAKASSAR – Jajaran Resmob Polda Kalteng bersama Tim Resmob Polda Sulsel, Sabtu (16/12 /2017), mengamankan lelaki Saudi Afandi Nur (39), warga BTN Tonasa Racing Center, Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Penangkapan lelaki yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan mencatut nama Wakapolri, dengan modus sebagai calo pendaftaran anggota polisi ini, berlangsung sekitar pukul 02.00 Wita di rumah kost eksklusif Jalan Anuang, Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang.

Saudi Affandi dibekuk berdasarkan Laporan Polisi No:LP/III/XII/2017/Kalteng/Res Bartim/SPKT tanggal 13 desember 2017 dan No LP/III/XII/2017 /kalteng/Res bartim/SPKT tanggal 13 desember 2017.

Sesuai keterangan yang dihimpun Pos Makassar, tertangkapnya pelaku penipuan ini bermula pada pukul 24.00 Wita, seusai diadakannya koordinasi dan pengumpulan informasi yang akurat antara tim Polda Kalteng bersama jajaran Resmob Polda Sulsel tentang keberadaan pelaku yang selama ini menjadi incaran aparat kepolisian.

Dari hasil koordinasi dan informasi yang didapat kedua tim itu, pelaku akhirnya diketahui berada di sekitar Jalan Anuang, sehingga Tim Resmob Polda yang dipimpin langsung Kanit Resmob, AKP Edy Sabhara bergerak mendekati sasaran dan langsung mengepung tempat kost eksklusif dimana pelaku berada.

Pada sekitar pukul 02.00 Wita, pelaku akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawan, selanjutnya tim polda kemudian menggelandang Saudi Affandi ke Posko Resmob Polda Sulsel beserta barang bukti, antar lain berupa buku tabungan, tanda pengenal dan bukti transfer bank.

“Sesuai hasil pemeriksaan, pelaku ini selalu mencatut nama bapak Wakapolri Komjen Pol Syafruddin dalam menjalankan aksinya. Sejumlah korban yang hendak mendaftar jadi polisi lalu dihubungi yang bersangkutan, dengan dalih untuk di bantu dan dipermudah urusannya. Sebagai jasa atas pengurusan tersebut, tiap korban harus menyediakan uang Rp 350 juta yang akan ditransfer ke rekening Mandiri nomor 152.00.1302077.1,” ujar Kasubdit 4 Ditreskim Polda Sulsel Kompol Supriyanto.

Dikatakan, saat itu korban atas nama Arman memperkenalkan yang bersangkutan dengan korban lainnya bernama Raden, dan meminta kepada yang bersangkutan uang panjar sebesar Rp 100 juta yang harus ditransfer langsung.

“Selain itu, korban Arman juga memperkenalkan yang bersangkutan dengan lelaki Bur, seorang pengusaha. Pelaku dan korban ini berhubungan lewat telpon dan mengaku sebagai suruhan bapak Wakapolri, yang menjanjikan kepada Bur bahwa anaknya bisa masuk polisi dengan biaya 200 juta tetapi meminta tanda jadi sebesar 50 juta” tambah  Kompol Supriyanto.

Kini pelaku untuk sementara ditahan di Posko Resmob Polda Sulsel, untuk selanjutnya diberangkatkan ke Kalimantan Tengah guna pemeriksaan lebih lanjut. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya