Demonstran Bentrok, Pangdam Ingatkan : Jangan Coba Lempari Mobil Tentara

16 December 2017 14:23
Demonstran Bentrok, Pangdam Ingatkan : Jangan Coba Lempari Mobil Tentara

POSMA, MAKASSAR РSekelompok demonstran yang diduga mahasiswa bentrok dengan anggota TNI dari satuan Yonif Rider 700, Jumat (15/12/2017) di Jl Perintis Kemerdekaan, depan pintu gerbang Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Dalam kejadian tersebut, anggota TNI membubarkan paksa dan mengejar demonstran yang diduga membawa senjata tajam dan bom molotov.

Kapendam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Alamsyah menceritakan kronologi awal terjadinya bentrokan tersebut. Menurutnya, saat sekelompok mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di ruas jalan depan Unhas tersebut, kebetulan ada dua regu prajurit Raider pulang dari acara Hari Juang Kartika, mereka melintas tapi tidak bisa lewat karena dipenuhi demonstran.

Saat itu, kata Alamsyah, komandan regu anggota TNI meminta untuk diberi jalan karena para prajurit ingin kembali ke asramanya, namun para TNI justru mendapat perlawanan, mobil mereka dilempari.

“Danru minta diberi jalan untuk kembali ke asrama, tapi demonstran tidak mau kasih jalan, malahan balik melempar. Saat itu ternyata ada yang bawa senjata busur panah dan molotov, ketika akan diamankan dia lari ke dalam,” tuturnya.

Selain terlihat membawa senjata tajam dan molotov, oknum tersebut juga memakai penutup wajah sehingga dicurigai sebagai provokator.

“Selain itu wajahnya ditutup sehingga dicurigai mungkin bukan mahasiswa, hanya provokator yang ingin memperkeruh suasana, terjadilah kejadian seperti tadi sore,” tuturnya.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti saat dimintai tanggapannya, kepada Pos Makassar mengatakan, Ia mengapresiasi Anggota TNI yang membubarkan aksi Unras anarkis di depan pintu I Kampus Unhas tersebut.

Menurutnya, aksi para demonstran seperti itu, pasti meresahkan masyarakat karena tak hanya memacetkan arus lalu lintas dengan membakar ban bekas di jalan, tetapi juga ada yang membawa bom molotov, bahkan melempari mobil tentara.

Saat kemacetan itu terjadi, katanya, sejumlah personel Raider 700/WYC yang melintas saat itu telah meminta baik-baik kepada para demonstran agar arus jalan tidak ditutup hingga pengguna jalan tidak terjebak macet. Namun para demonstran ternyata melempari mobil tentara.

“Kalau ada oknum masyarakat yang brutal seperti itu, TNI wajib membela masyarakat. Saya apresiasi dan membela anggota saya yang membantu masyarakat dan saya ingatkan jangan coba-coba melempari mobil tentara,” tegas mantan Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Sabtu (16/12/2017).

Mantan Komandan Grup 3/Sandi Yudha, Kopassus ini menegaskan, tindakan para demonstran itu sudah masuk tindakan kriminal. Tentu, bebernya, jika melihat kejahatan di depan mata, personel TNI tidak boleh berdiam diri. Masyarakat pun jika melihat hal itu, tentu harus membantu pula. Apalagi tentara, itu wajib membela rakyat.

“Jika sudah masuk tindak kriminal, tentu pihak kepolisian tak boleh diam, harus bertindak melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Kalau kami pihak TNI tentu tidak akan tinggal diam jika melihat aksi demonstran yang sudah anarkis dan merugikan masyarakat” pungkasnya (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya