Disdag Makassar Optimis, Gudang Ekspedisi Kapasa Rampung Awal 2018

18 December 2017 05:01
Disdag Makassar Optimis, Gudang Ekspedisi Kapasa Rampung Awal 2018

POSMA, MAKASSAR – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar optimis rencana pemindahan ekspedisi dalam kota akan segera terealisasi pada awal 2018 mendatang.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Pelanggaran Perdagangan Disdag Kota Makassar, Syahruddin, Senin (18/12/2017) kepada Pos Makassar mengatakan, upaya penertiban sebanyak 138 ekspedisi yang terdapat di tiga kecamatan masing-masing Wajo, Ujung Tanah dan Tallo ini, sesuai rencana akan dipindahkan dikawasan pergudangan Kelurahan Kapasa, Kecamatan Biringkanya Kota Makassar, pada awal tahun depan.

“Sementara ini kita menunggu penyelesaian pembangunan gudang diwilayah Kapasa, tempat dimana nantinya ekspedisi dan gudang dalam kota itu dipindahkan,” paparnya.

Menurut Allu, sapaan akrabnya, sementara ini pembangunan kawasan gudang ekspedisi yang berada diatas lahan sekitar 5 hektar yang dikerjakan PT. Max Jaya Persada itu, kini dalam tahap penyelesaian pembangunan, dan diperkiran nantinya akan bisa menampung sekitar 500 unit gudang.

“Untuk itu, dengan keberadaan kawasan khusus gudang ekspedisi itu nantinya, kita berharap masalah kemacetan akibat aktifitas bongkar muat yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat, dapat teratasi dan para pengusaha juga tentu bisa lebih nyaman dan leluasa menjalankan kegiatan usahanya, ” kata Allu.

Menurutnya, pemindahan gudang ekspedisi itu tidak lepas dari peranan Walikota Makassar dengan segala kebijakannya, sehingga para pengusaha ekspedisi yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Eskpedisi (Hipeksi) Makassar mendukung penuh mulai dari tahap awal hingga pada proses pemindahan gudang-gudang ekspedisi itu kelak.

“Memindahkan gudang ekspedisi itu bukan perkara mudah. Kalau kita mau tindaki , susah juga karena para pengusaha memiliki izin yang diterbitkan instansi teknis sebelumnya. Makanya, bapak Walikota dengan bijak memberikan solusi perlunya kawasan khusus bagi usaha dan aktifitas bongkar muat ekspedisi ini, disertai kompensasi kemudahan perizinan nantinya bila mereka telah pindah di Kapasa,” katanya.

Seperti diketahui, sejak awal tahun 2016 lalu, Pemerintah Kota Makassar gencar melakukan penertiban gudang dalam kota. Tak tanggung – tanggung, Dinas Perdagangan yang menjadi leading sektor penertiban menyiapkan sanksi pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang terbukti membandel.

Keberadaan gudang dalam kota sangat meresahkan warga. Berbagai keluhan dilayangkan akibat keberadaannya. Persoalan truk dalam kota ditengarai sebagai efek domino dari keberadaan gudang dalam kota yang menimbulkan kemacetan, rawan kecelakaan lalu lintas, dan merusak jalan akibat tonase yang tak sebanding dengan kekuatan jalan saat mengangkut barang (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya