Soal Kondom Pada Malam Tahun Baru, Dewan Larang Dijual Bebas – Disperindag : Tak Ada Aturan Yang Melarang…

19 December 2017 09:49
Soal Kondom Pada Malam Tahun Baru, Dewan Larang Dijual Bebas – Disperindag : Tak Ada Aturan Yang Melarang…

POSMA, MAKASSAR – DPRD Kota Makassar mengimbau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar untuk memperketat penjualan alat kontrasepsi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Basdir mengatakan, peredaran obat terlarang, miras, dan kondom marak diperayaan tertentu. Termasuk pada momen malam tahun baru.

Menurutnya, malam pergantian tahun kerap dijadikan sebagai momen pesta seks. Alasannya, tidak sedikit hotel yang menawarkan promo yang mengiurkan di malam itu.

Basdir mengimbau pemerintah agar memberikan peringatan keras kepada sejumlah pengusaha yang melakukan penjualan alat kontrasepsi secara bebas.

“Kalau masih ada mini market yang masih memajang alat kontrasepsi ini harus ditutup dan jangan perpanjangan izin usahanya,” tegas Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat itu kepada media,Senin (18/12/2017).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Disperindag Kota Makassar, Ikhsan NS mengaku tidak memiliki hak pengawasan khusus perihal penjualan kondom. Namun, pihaknya tetap mengimbau kepada para pelaku usaha untuk tidak menjual alat tersebut secara bebas ke masyarakat, khususnya anak-anak dibawah umur.

“Kita tidak berhak melarang, tapi hanya sebatas mengimbau toko-toko modern seperti minimarket agar selektif menjual alat kontrasepsi ini. Kalau ada anak-anak yang datang beli yah jangan di kasih,” kata Ikhsan.

Dia pun mengaku tidak bisa berbuat banyak. Katanya tidak ada aturan yang melarang penjualan alat kontrasepsi ini.

“Kita cuma imbau agar lebih selektif, kan tidak ada larangan untuk itu. Kalau semuanya dilarang takutnya investor juga akan lari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, Kwandy Salim, yang dikonfirmasi Pos Makassar, Selasa (19/12/2017) mengenai dugaan Basdir terkait promo pada hotel-hotel yang rentang menjadi ajang pesta seks pada malam tahun baru, dianggap tidak mendasar.

Menurut dia, pada momen apapun hotel jelas akan memanfaat peluang promo untuk mendongkrat pemasaran dan penjualannya, apalagi pada malam tahun baru.

Untuk itu, katanya, sangat tidak logis bila eforia pada malam tahun baru ada pihak yang menyudutkan hotel-hotel yang menggelar promo dan mengidentikkannya sebagai ajang pesta seks.

“Justru saya menilai, pada momen seperti itu masyarakat lebih banyak luangkan waktu untuk keluarga dalam menyongsong perayaan tahun baru 2018. Termasuk promo seperti itu, manajemen hotel menggelar itu tak lain untuk mereka yang telah berkeluarga, bukan untuk hal lain,” kata mantan pengurus Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) ini.

Untuk itu, Kwandy berpesan sekiranya ada pihak yang merasa prihatin dengan maraknya dugaan pesta seks pada malam tahun baru, sangatlah bijak bila pihak tersebut justru gencar menghimbau kepada para orang tua, agar sedapat mungkin menjaga prilaku dan memantau aktifitas anak-anak mereka pada momen seperti itu (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya