Timsus Polda Sulsel Amankan 1000 Butir Pil Terlarang

19 December 2017 08:35
Timsus Polda Sulsel Amankan 1000 Butir Pil Terlarang

POSMA, MAKASSAR – Diduga sebagai bandar atau pemasok obat daftar G (sejenis PCC ), Kevin alias Gery (28) diamankan Tim Khusus (Timsus) Polda Sulawesi Selatan, senin (18/12/2017).

Warga perumahan elit Amarylis Clarance di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar ini, diduga sebagai salah satu bandar dalam peredaran obat terlarang daftar G di Sulawesi Selatan.

“Pelaku diduga salah satu bos besar obat daftar G di Makassar,” kata Dantim Timsus Polda Sulsel IPDA Arten.

Menurut Arten, saat penangkapan terhadap bandar obat berbahaya ini, pihaknya berhasil menemukan barang bukti berupa obat daftar G jenis baru.

“Ditangan bandar obat berbahaya ini kita temukan 1000 butir pil yang diduga sejenis PCC,” tambahnya

Setelah berhasil diringkus, Timsus Polda Sulsel langsung melakukan pengembangan kasus dengan membawa Kevin kerumahnya di perumahan Amarylis Clarance di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulsel.

Saat melakukan penggeledahan dirumah elit itu, aparat tidak menemukan barang bukti lain.

Perjuangan Timsus Polda Sulsel tidak terhenti disitu. Kevin terus dibeber pertanyaan oleh aparat hingga akhirnya menyebut lokasi penyimpanan obat terlarang tersebut. Seketika itu pula Timsus Polda Sulsel bergegas menuju Jalan Baji Minasa, Kota Makassar, lokasi yang disebut Kevin sebagai tempat ia dapatkan obat sejenis PCC itu.

“Kita kembali membawa (Kevin) ke lokasi pergudangan obat di Jalan Baji Minasa, karena katanya dia dapatkan obat itu disana, tapi lagi-lagi tidak ada bukti,” ujar IPDA Arten.

Gudang obat-obatan yang diakui Kevin tersebut, terletak disamping Dinas Perkebunan dan Perikanan Sulsel, dan sekitar 300 meter dari kantor BPOM Makassar.

Seperti diketahui, pengungkapan kasus tersebut berawal dari keberhasilan Timsus Polda Sulsel berhasil meringkus salah satu pengedar obat daftar G di Makassar yaitu Sahar.

Sahar berhasil diringkus di rumahnya di Kompleks BTN Antara Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Sulsel. Saat dilakukan penggeledahan Timsus berhasil menemukan 3000 butir Tramadol siap edar.

Sahar mengaku membeli obat jenis tramadol tersebut dari Apotek Sehat di Jalan Gunung Merapi Kota Makassar sebesar Rp 1. 3 Juta per plastik yang berisikan 1000 butir.

Tak hanya itu, Sahar mengaku melakukan transaksi pembelian obat jenis tramadol tersebut di pinggir jalan dekat Jalan Gunung Batu Putih Makassar.

Dimana Tramadol tersebut di jual kepada konsumennya sebesar Rp 25 Ribu per butir dan dalam 1000 butir tersebut akan habis dalam waktu paling lama 3-4 hari serta ia menjual Tramadol sudah berlangsung selama satu tahun

Hingga saat ini aparat kepolisian Polda Sulsel masih berupaya mengembangkan kasus tersebut. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya