Razia Narkoba Di Tempat Hiburan, AUHM Harap Aparat Tidak Lampaui Wewenang

30 December 2017 10:20
Razia Narkoba Di Tempat Hiburan, AUHM Harap Aparat Tidak Lampaui Wewenang

POSMA, MAKASSAR -Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar dengan Ditres Narkoba Polda Sulawesi Selatan menggelar razia disejumlah hotel dan usaha hiburan di Kota Makassar, Sabtu (30/12/2017) dini hari.

Razia yang digelar pihak kepolisian sebagai bagian Operasi Lilin 2017 tersebut, fokus pada upaya pemberantasan peredaran narkoba pada sejumlah obyek, khususnya setelah beredar kabar bila di penghujung tahun 2017 pesanan narkoba semakin meningkat.

Awalnya, pihak kepolisian melakukan razia narkoba di Hexagon, Jalan Pattimura Kecamatan Ujung Pandang, Makassar. Kemudian di The One Lounge Hotel Golden Tulip, Jalan Hasanuddin, Kecamatan Ujung Pandang, selanjutnya menuju ke Publiq Bar.

Di lokasi, petugas yang dilengkapi dengan senjata mulai melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung yang ada, mulai dari badan hingga barang bawaan pengunjung, tak terkecuali setiap sudut usaha itu.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estetika kepada media mengatakan, razia tersebut dilakukan guna memberantas peredaran narkoba menjelang pergantian tahun 2017.

“Kita lakukan razia untuk memberantas peredaran narkoba ditempat-tempat yang terindikasi sebagia tempat peredaran narkoba,” ujar Diari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnaen Ali Naru mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung atensi aparat dalam kaitan pemberantasan peredaran narkoba seperti itu, tak terkecuali pada usaha-usaha hiburan.

Meski demikian, Zul berharap agar aparat dalam melakukan razia tidak melampaui tugas dan wewenangnya, semisal melakukan pemeriksaan dokumen izin usaha pada tempat yang disentuh razia.

“Kalau tujuan operasinya narkoba, yah narkoba. Jangan sentuh atau periksa izin-izin usaha yang pada hakikatnya menjadi urusan dan kewenangan Pemerintah Kota Makassar. Apalagi mengambil minuman milik pengusaha untuk tujuan yang tidak jelas,” kata Zul, sapaan akrab Zulkarnaen Ali Naru.

Selain itu, tambahnya, dalam
hukum acara pidana Indonesia tidak mengatur prosedur baku untuk melakukan razia di tempat umum. Kalaupun dilaksanakan, paparnya, razia itu harusnya tetap mengedepankan etika, semisal memperlihatkan surat perintah tugas dan tidak mempertontonkan kekuatan dengan membawa hingga puluhan petugas bersenjata lengkap.

Menurutnya, razia adalah upaya polisi untuk menemukan dalam kondisi belum tahu apa-apa tapi mencurigai ada transaksi dan ada laporan dari masyarakat.

Olehnya itu, Zul berharap sebelum melakukan razia, aparat hendaknya lebih dulu memanfaatkan intelijen agar hasil operasi tersebut berhasil guna dan tidak
menimbulkan asumsi miring kemudian dari masyarakat. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya