Mengaku Nasabah Dan Berbuat Onar, Aras Dikeroyok Karyawan Adira Finance

08 January 2018 09:06
Mengaku Nasabah Dan Berbuat Onar, Aras Dikeroyok Karyawan Adira Finance

POSMA, MAKASSAR – Muhammad Aras, dihajar oleh sekelompok orang yang memakai kemeja perusahaan pembiayaan ternama, Adira, di depan Kantor Cabang Makassar 1 Adira Finance, tepatnya samping Kopi Ogie sebelah Ramayana, Senin (8/1/2018).

Informasi yang diterima Pos Makassar, pengeroyokan lelaki tersebut tak jauh dari persoalan tarik-menarik motor. Pihak yang dipukul mengaku, ia sebelumnya ingin komplain, tapi malah mendapat pukulan puluhan karyawan Adira.

Korban Muh Aras yang mengalami luka memar diwajahnya akibat pengeroyokan itu, selanjutnya melapor ke Polsek Panakkukang.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda F Harahap kepada Pos Makassar mengatakan, pengeroyokan tersebut bermula sekitar pukul 10.30 Wita, dimana korban Muh Aras bersama dengan dua saudaranya bernama Amri dan seorang wanita, datang ke kantor Adira di Jalan AP. Pettarani, dengan maksud mempertanyakan motornya yang ditarik di Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Pasa saat itu, korban sempat mempertanyakan prosedur pencairan dana, karena korban merasa tidak pernah bermohon pinjam kredit di Adira.

Dari sana, terjadi perdebatan, hingga pihak pembiayaan membuka file yang berkaitan dengan motor tersebut.

Mendengar korban mulai bernada emosi, pimpinan Adira lalu menyuruh korban untuk keluar dari ruangannya.

“Pada saat itu karyawan Adira menyeret korban turun dari lantai 3 sampai di depan kantor. Sesampainya korban di luar, di depan kantor Adira, korban bersama saudaranya dikeroyok oleh beberapa karyawan Adira,” ungkap Ananda.

Ananda menambahkan, saat itu petugas SPKT datang langsung ke tempat perkara. Korban selanjutnya diantar VER di RS Grestelina.

Muh Aras dijelaskan, bahwa motor tersebut terdaftar sebagai jaminan di perusahaan pembiayaan di Bulukumba, atas nama orang lain.

“Setelah mendengar penjelasan dari pihak Adira, korban turun dan pada saat berada di depan Warkop Ogi, korban berteriak ‘Tailaso semua pegawai Adira,’ sehingga pegawai Adira yang sementara minum kopi, langsung emosi dan mengeroyoknya.” papar Ananda.

Sementara itu, Branch Manager Sales Service and Diatribution, Rajaman membenarkan kasus pengeroyokan tersebut.

Dia mengatakan, semula Muh Aras datang bertiga, dan ketiganya diketahui bukan merupakan nasabah Adira Finance Makassar.

“Saat di check namanya, ternyata oknum tersebut tidak terdaftar sebagai nasabah kami. Nah, disitu kami jelaskan kepada mereka, tapi mereka malah memaki dengan kata-kata kotor, bahkan mendorong pimpinan kami,” terangnya.

Mendengar celoteh yang tak enak didengar, lanjutnya,sejumlah karyawan lalu kesal dan naik pitam hingga menarik Muh Aras turun atau keluar dari kantor.

Suasana pun menjadi gaduh, sehingga Muh Aras dan Amri dikeroyok oleh karyawan Adira Finance Makassar.

“Saat melontarkan kata-kata tak enak didengar, karyawan merasa jengkel. Pas disamping warkop, mereka berteriak. Jadi, dikeroyok,” ungkap Rajaman.

Dia menambahkan, ketiganya terdiri dari dua laki-laki dan satu wanita langsung meninggalkan lokasi. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya