Kampus Unismuh Makassar Diserang Kelompok OTK, Seorang Staf FKIP Jadi Korban

11 January 2018 17:43
Kampus Unismuh Makassar Diserang Kelompok OTK, Seorang Staf FKIP Jadi Korban

POSMA, MAKASSAR – Puluhan orang tak dikenal (OTK) melakukan penyerangan terhadap mahasiswa Teknik Unismuh Makassar, Kamis (11/1/2018), sekitar pukul 19.50 Wita, di dalam kampus Unismuh Makassar, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, tepatnya dipintu keluar Kampus Unismuh Makassar.

Aksi penyerangan sekelompok OTK tersebut, menurut Kepala Security Unismuh Makassar, Harto, ditengarai juga adalah kelompok mahasiswa yang berjumlah sekitar 60 orang, masuk kedalam Kampus Unismuh dengan berjalan kaki dan menggunakan penutup muka/scraf dan helm.

“Mereka itu membawa busur, parang, badik serta senjata rakitan jenis papporo sambil berteriak mencari mahasiswa Teknik,” kata Harto.

Setelah kelompok OTK tersebut berteriak dan hendak berbuat onar didalam kampus, paparnya,
tiba-tiba sekelompok mahasiswa teknik muncul dan menyerang balik, hingga terjadilah aksi saling lempar batu.

“Setelah terdesak dihujani batu, kelompok OTK tersebut akhirnya berhasil dipukul mundur oleh mahasiswa teknik, hingga mereka para OTK tersebut berlarian keluar kampus,” kata Harto.

Hal serupa diungkapkan Security Kampus Unismuh bernama Idul. Menurutnya, OTK tersebut sekitar 60 orang masuk kedalam kampus Unismuh. Berselang beberapa menit terjadi saling lempar batu antara kelompok OTK dengan kalangan mahasiswa fakultas tehnik.

“Dalam aksi penyerangan itu bahkan terdengar letusan keras sebanyak 4 kali, diduga itu adalah letusan senjata papporo” ujar Idul.

Menurutnya, sekitar pukul 20.00 Wita, WR 3 Muh. Tahir dan Security Kampus Unismuh kemudian datang untuk melerai, namun diancam dengan menggunakan parang,  busur dan badik oleh sekelompok orang yang tidak dikenal itu.

Hingga pada sekitar pukul 21.00 Wita,  personil Polsek Rapocini dan Pamtup dari Polrestabes tiba di TKP, dipimpin langsung oleh Kapolsek Rappocini Kompol Kodrat Nuh Hartanto, SiK, tiba di Kampus Unismuh dan langsung melakukan pengamanan dan sterilisari.

Akibat kejadian tersebut, salah seorang staf di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) bernama Akram (28), warga Antang mengalami luka pada bagian perut dan luka berlubang pada bagian kaki/betis.

Korban diduga terkena tebasan parang di perut bagian kanan hingga mengalami luka sobek sepanjang lima sentimeter. Saat ini korban tengah dirawat di Lab Anatomy Fakultas Kedokteran Unismuh Unismuh Makassar.

Informasi yang dihimpun Pos Makassar, saat penyerangan, korban tengah mengendarai sepeda motor berboncengan dengan rekannya di dalam kampus. Tiba-tiba salah satu dari kelompok OTK menyerangnya memakai parang.

Adapun barang bukti yang diamankan didalam kampus unismuh ditemukan, antara lain beberapa buah busur dan anak panah.

Kuat dugaan aksi penyerangan tersebut berawal dari penganiayaan yang terjadi sebelumnya di Balai Sidang lantai 2 (kantin Unismuh), dimana korbannya yang bernama Muh Safiq (19) mahasiswa Unismuh Fakultas Ekonomi, warga jalan Sultan Alauddin 2, asal Kabupaten Bone menjadi korban. Kasus penganiayaan itu, konon masih dalam proses dan telah ditangani oleh Polsek Rappocini.

Wakapolsek Rappocini AKP Robby A Mannaungi kepada Pos Makassar membenarkan ada seorang korban pada kejadian tersebut. Akram (28), staf di FKIP Unismuh yang menjadi korban, katanya, mengalami luka pada perut sebanyak 2 lubang dan kaki/betis 1 lubang, dan kini tengah dirawat di Lab Anatomi Fakultas Kedokteran Kampus Unismuh.

Menurutnya, korban tidak ingin melaporkan kejadian tersebut, untuk menghindari aksi balas dendam yang kemungkinan bisa dilakukan oleh rekan-rekan korban.

Sejauh ini pihak aparat masih berjaga-jaga disekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi bentrok susulan dan telah melakukan koordinasi dengan pihak Kampus Unismuh. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya