Bermotif Politik, Kuasa Hukum DIAmi Laporkan LSM Pelapor Korupsi Ketapang Ke Polisi

12 March 2018 12:40
Bermotif Politik, Kuasa Hukum DIAmi Laporkan LSM Pelapor Korupsi Ketapang Ke Polisi

POSMA, MAKASSSAR – Kuasa hukum Mohammad Ramdhan Pomanto ‘Danny’ – Indira Mulyasari (DIAmi) mulai geram dengan sejumlah laporan yang ditujukan kepada kliennya.

Laporan itu soal kasus dugaan korupsi pohon Ketapang Kencana melalui Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD).

“Kami ambil langkah hukum terhadap LSM atau siapa saja yang melakukan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Yang mencemarkan nama baik klien kami,” kata Ketua Tim Hukum Danny – Indira, Jamaluddin Rustam dalam keterangan persnya di Cafe Pelangi, Makassar, Senin (12/3/2018).

Jamaluddin menyebut laporan itu merupakan tindakan pencemaran nama baik lantaran faktanya dari sejumlah kasus tersebut Danny dinilai tidak terbukti bersalah.

“Dari kasus dugaan korupsi itu misalnya tidak terbukti, dan tidak ada kaitannya dengan Pak Danny. Dilanjutkan lagi dengan laporan makan minum di Amirullah 200 bungkus ke asrama itu tidak benar. Selanjutnya soal ATK (Alat Tulis Kantor), itu pun demikian,” jelas Jamaluddin Rustam.

Tiga kali tindakan pelaporan itu menurut kuasa hukumnya sebagai laporan yang mengada-ada.

“Menurut kami fiktif. Dan kami lakukan tindakan yang represif dengan melaporkannya ke Polrestabes kota Makassar,” terangnya.

Ia menyebut jika laporan tersebut telah disampaikan senin tadi melalui Anzar Makkuasa.

Pihaknya pun mengakui tindakan represif seperti ini dilakukan karena menduga ada kekuatan politik di balik laporan-laporan LSM itu.

“Tim mengatakan laporan ini sarat dengan kepentingan politik. Karena pelapornya sama. Dia melaporkan sebelum dan sesudah momentum politik berjalan. Soal dugaan korupsi ini saya yakin ada kekuatan yang bermain dan mendorong sehingga orang ini berani melaporkan Danny Pomanto,” lanjut Jamaluddin Rustam.

Oleh kecurigaan itu, kuasa hukum melalui laporannya saat ini mampu mengungkap sosok yang mengskenariokan laporan tersebut.

“Ada orang di belakangnya itu bisa terungkap. Setiap foto yang ada selalu ada kekuatan itu yang muncul dari proses pelemahan dan penjatuhan maupun diskrimininasi,” katanya.

Ini demi perbaikan nama baik dari kliennya Danny Pomanto.

“Tujuannya, agar jangan seenaknya orang melaporkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Ini sangat berdampak nama baik klien saya. Apa lagi klien saya mencalonkan diri sebagai calon walikota Makassar,” tutup Jamaluddin Rustam. (*).

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya