Tak Bayar Pembelian Material, Alfred Lasut Dilapor Ke Polda

27 March 2018 14:29
Tak Bayar Pembelian Material, Alfred Lasut Dilapor Ke Polda

POSMA, MAKASSAR – Pelaksanaan proyek rehabilitasi sejumlah bangunan di Markas Batalyon Kavaleri (Yonkav) 10/Serbu (sekarang Mendagiri) Kodam VII Wirabuana (sekarang Kodam XIV Hasanuddin) yang berlangsung tahun 2015 silam, berbuntut panjang ke ranah hukum.

Alfred Lasut selaku kontraktor pelaksana pada proyek yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, kini dilaporkan salah satu mantan mitra kerjanya dengan tuduhan melakukan penipuan dan penggelapan.

Perbuatan yang dituduhkan kepada Direktur PT. Anugerah Terang Jaya beralamat Jln Sermani No.186 Makassar ini, dilaporkan oleh James Wehantouw ke Polda Sulsel sejak 14 Juli 2017, dengan laporan polisi No : LPB/285/VII/2017/SPKT, dimana korban mengaku mengalami kerugian berkisar Rp.250 juta, akibat tindakan Alfred yang
dianggap tidak punya itikad baik menyelesaikan pembayaran pembelian material dan upah kerja tukang di proyek tersebut.

Pada pemeriksaan di tingkat penyelidikan, Polisi baru mengambil keterangan awal dari pelapor dan dua orang yang akan diajukan sebagai saksi. Sebelum status perkara ini ditingkatkan ke tahap penyidikan, petugas pun telah memanggil terlapor untuk datang memberikan keterangan.

Namun, meski sudah beberapa kali dilayangkan surat panggilan maupun via telepon selular, konon yang bersangkutan tak pernah mengindahkan panggilan aparat, apalagi muncul di kantor Polda Sulsel.

Sikap Alfred yang seakan tidak menggubris panggilan aparat penegak hukum dan menyebabkan lambatnya penanganan perkara, kini mulai dikeluhkan dan dipertanyakan pihak korban bersama kuasa hukumnya. Menurut mereka, sudah sekitar 8 bulan lamanya kasus ini ditangani kepolisian, penyidik belum bisa menghadirkan terlapor maupun meningkatkan status perkara dan membuat BAP (Berita Acara Pemeriksaan) serta upaya untuk melimpahkannya ke Pengadilan Negeri.

Amran Hamdy, SH, MM kuasa hukum pelapor kepada Pos Makassar mengemukakan, sudah seharusnya polisi bertindak tegas melakukan pemanggilan paksa terhadap diri terlapor. Tindakan itu cukup beralasan sebab bersangkutan tidak pernah sekalipun mau datang memenuhi undangan pihak berwajib. Padahal penyidik telah berkali-kali melayangkan undangan klarifikasi atau surat panggilan resmi dan bahkan menghubungi via telepon selularnya.

“Untuk melancarkan penanganan perkara ini demi mewujudkan keadilan yang diimpikan klien saya yang juga berprofesi sebagai wartawan, maka penyidik Polda diminta segera bertindak tegas. Tindakan tidak kooperatif yang ditunjukkan Alfred menimbulkan kesan jika bersangkutan tidak menghargai sebuah proses hukum yang berlaku di Indonesia. Bahkan sikap terlapor seakan melecehkan tugas-tugas aparat penegak hukum”, ujar pengacara Amran Hamdy. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya