Diduga Menipu Kontraktor Proyek Gedung Silo Dryer Dinas Pertanian Luwu Timur Dipolisikan

08 May 2018 15:17
Diduga Menipu Kontraktor Proyek Gedung Silo Dryer Dinas Pertanian Luwu Timur Dipolisikan

Posmakassar.com – Pelaksanaan proyek pembangunan 4 (empat) unit gedung Silo Dryer milik Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Luwu Timur, Propinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung pada November-Desember 2012 silam, kini berbuntut panjang ke ranah hukum.

Akibat ulah kontraktor pelaksana proyek tersebut, Muhammad Hidayat alias Yayat yang sampai saat ini tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya hingga diduga merugikan salah satu mantan mitra kerjanya sebesar Rp.114.563.000,-.

Pimpinan PT Anugerah Fajar Celebes itu, Senin (30/4) lalu diperiksa selaku terlapor oleh penyidik Polda Sulsel atas tuduhan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilaporkan seorang pengusaha jasa konstruksi baja ringan, James Wehantouw.

Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, 4 unit gedung Silo Dryer itu dibangun di 4 Desa dalam wilayah Kabupaten Luwu Timur, yakni Desa Lambarase Kecamatan Burau, Desa Lampenai Kecamatan Wotu, Desa Maramba Kecamatan Wotu dan Desa Purwosari Kecamatan Tomoni.

Dalam pelaksanaannya, terlapor meminta bantuan pelapor menangani pekerjaan pemasangan konstruksi baja ringan dan atap spandek dengan nilai borongan yang disepakati bersama sesuai perjanjian kontrak kerja No.122/ABPM-KK/Q-JM/XI/2012 tanggal 3 November 2012.

Namun setelah pekerjaan selesai dan bahkan sampai sekarang ini, Yayat tidak punya itikad baik untuk mau menyelesaikan pembayaran total nilai borongan pekerjaan atas jasa pemasangan dan pengadaan material yang telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak.

Bertahun-tahun tidak terselesaikan meski berbagai upaya penagihan secara persuasif telah dilakukan, menurut James yang didampingi kuasa hukumnya Amran Hamdy, SH, MM akhirnya melaporkan kasus ini ke Polda Sulsel dengan laporan polisi No.STTLP/286/VII/2017/SPKT tanggal 14 Juli 2017.

Pada pemeriksaan di tingkat penyelidikan, Muhammad Hidayat dianggap tidak pernah mau memenuhi panggilan petugas untuk diambil keterangannya.

“Setelah kasus ini ditingkatkan ke penyidikan, barulah bersangkutan bersedia datang menghadap penyidik Polda Sulsel,” papar James kepada posmakassar.com

Ketika diperiksa penyidik, tambahnya, terlapor mengakui jika pelaksanaan proyek gedung Silo Dryer ini telah rampung sejak tahun 2012. Meski sudah menerima seluruh dana proyek, diakuinya dirinya belum dapat menyelesaikan pembayaran yang menjadi hak pelapor.

Dalam pemeriksaan kasus ini, penyidik dipimpin Kompol Muh. Ali, SH dan anggotanya Bripka Muh. Rifai, SH sudah turun langsung ke lokasi proyek dan mengambil bukti-bukti serta keterangan dari beberapa pejabat Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Luwu Timur. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya