Pengamat Politik Prediksi Peluang Menang Kolom Kosong

03 June 2018 02:45
Pengamat Politik Prediksi Peluang Menang Kolom Kosong

Posmakassar – Sosialisasi kolom kosong atau kotak kosong di Pilwalkot Makassar, kian gencar dilakukan beberapa kecamatan di Makassar, bahkan bisa menjadi ancaman serius buat paslon tunggal.

Itu dikarenakan, KPU Makassar sudah kukuh menetapkan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi sebagai calon tunggal setelah mengabaikan putusan Panwaslu Makassar yang memerintahkan mengakomodir Moh Ramdhan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi).

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto menilai, jika kolom kosong menang pada Pilwalkot Makassar 2018, maka Pilwalkot Makassar 2020 membuka peluang dari calon lain.

“Tentu itu akan membuka peluang bagi Danny untuk kembali bertarung di 2020, tapi juga sekaligus membuka peluang untuk calon lainnya,” jelasnya.

Ali Armunanto menambahkan, jika kolom kosong menang, maka pertarungan 2020 akan lebih seru. Salah satu penyebabnya karena tidak akan ada lagi incumbent. 

Apalagi 2020 diprediksinya akan ada perubahan konstalasi politik besar pasca pemilu. “Saya prediksi bukan hanya 2 paslon, tapi bisa 3 bisa 4. Kan Irman Yasin Limpo pada saat itu juga sudah tidak terbebani dengan pencalonan kakaknya, sehingga dia bisa mencalonkan diri,” lanjutnya.

Selain itu juga ada Rusdin Abdullah, yang tidak lagi terbebani dengan pencalonan Nurdin Halid, sehingga bisa lebih konsentrasi untuk maju Pilwalkot.

“Dengan banyak calon, Danny justru peluangnya semakin besar, karena distribusi suara terpecah. Sehingga syarat pencalonan juga tidak harus besar. 30 persen sudah cukup untuk memenangkan pertarungan,” tuturnya.

Melihat hal itu, Andi Ali Armunanto berpendapat, jika para bakal calon Wali Kota Makassar melihat peluang itu, mereka tentu akan mensosialisasikan kolom kosong untuk dipilih.

“Iya, saya pikir kalau mereka membaca peluang itu, mau mempermudah jalannya untuk 2020, tentu saja mereka bisa bekerja mulai dari sekarang memenangkan kolom kosong. Mereka akan mendapatkan keuntungan dari situ,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Karim menilai kolom kosong di Pilwalkot Makassar tidak bisa dianggap remeh. Bahkan melihat perkembangan politik di Makassar sekarang ini, sangat memungkinkan kolom kosong ini akan lebih banyak dipilih masyarakat dan bisa jadi akan mengungguli perolehan suara pasangan calon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi sebagai calon tunggal.

“Peluang itu (memenangkan kolom kosong) tetap ada. Saya kira iya, akan terjadi kontestasi yang kompetitif. Kolom kosong ini tetap tidak bisa dianggap remeh,” kata Syahrir Karim kepada media beberapa waktu lalu. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya