Hasil Quick Count Diragukan Timses, Ini Tanggapan CRC

28 June 2018 17:57
Hasil Quick Count Diragukan Timses, Ini Tanggapan CRC

Posmakassar – Hitung cepat atau Quick Count yang dilakukan beberapa lembaga survei dipertanyakan Calon Kepala Daerah yang kalah di Pilkada Makassar. Beberapa orang bahkan tidak percaya dengan hasil hitung cepat, dan menunggu hasil resmi KPU.

Tim Sukses (Timses) hingga Wakapolri Komisaris Jendral Polisi Syafruddin — dalam sebuah berita — mengaku tidak percaya dengan hasil hitung cepat lembaga survei di Makassar, Celebes Research Center (CRC). Bahkan Wakapolri menyebut hasil survei CRC adalah hoax.

CRC juga disebut sebagai lembaga yang tidak kredibel. Bagaimana CRC menyikapi hal ini ? Manajer Riset CRC Andi Wahyuddin mengatakan, sebagai lembaga survei, CRC akan memberikan jaminan kepastian tentang kebenaran data yang disampaikan. Serta metode pelaksanaan yang sudah sesuai kaidah ilmiah.

Hitung cepat adalah metode ilmiah untuk memprediksi hasil Pilkada. Tentu hasil resminya harus menunggu perhitungan KPU.

“Kami tetap menghargai pandangan relawan yang belum mengakui hasil yang kami rilis,” kata Wahyuddin kepada wartawan, Kamis 28 Juni 2018.

Sejak resmi beroperasi, CRC mengaku tidak pernah mengeluarkan quick count yang berbeda jauh dengan hasil KPU.

“Alhamdulillah belum pernah, bahkan hasilnya tidak melewati margin error 1 persen,” ujarnya.

Wahyuddin berani menunjukkan bukti setiap kali hitung cepat, hasil CRC tidak pernah jauh menyimpang dengan KPU.

Wahyuddin mengungkapkan, setiap kali CRC menggelar hitung cepat, selalu saja ada oknum yang mengaitkan peristiwa Pilkada Takalar sebagai kegagalan CRC. Padahal dalam Pilkada Takalar, CRC hanya merilis survei satu pekan sebelum pemilihan.

“Bukan quick count. Itu survei (Pilkada Takalar),” kata Wahyuddin.

Pada Pilkada Makassar yang digelar 27 Juni 2018, CRC mengeluarkan hasil hitung cepat yang memenangkan kolom kosong. Data CRC, Kolom Kosong unggul 53,58 persen, sedangkan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi meraih suara 46,42 persen.

CRC didirikan tahun 2011 oleh Herman Heizer. Mantan Koordinator LSI untuk wilayah Indonesia timur. Sampai sekarang CRC sudah mengerjakan ratusan survei dan juga telah banyak melakukan hitung cepat. Tahun 2015, CRC merilis banyak hasil survei. Seperti Pilkada Gowa, Lutra, Lutim, dan Pangkep. Hasilnya tidak berbeda signifikan dengan hasil KPU. Hanya Kabupaten Takalar yang dirilis sepekan sebelum pencoblosan yang berbeda dengan KPU. Kabupaten Wajo dirilis satu bulan sebelum pencoblosan.

“Survei itu adalah potret saat pengambilan lapangan, datanya bisa berubah atau tidak saat pencoblosan ditentukan oleh banyak faktor,” ungkap Wahyuddin. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya