Petugas Security Bandara Diduga Keroyok Penumpang

29 June 2018 22:10
Petugas Security Bandara Diduga Keroyok Penumpang

Posmakassar – Aksi pengeroyokan oleh security bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, kembali terjadi. Kali ini sasaran aksi brutal petugas security bandara tersebut terjadi pada lelaki Saldi Tahir (46), yang terpaksa menunda keberangkatannya ke Jakarta bersama istrinya, Yusnawati (45), beserta tiga anak mereka, Febri Amanda (23), Alfin Suadana (13) dan Bagaskara (12), Jumat (29/6/2018) pagi.

Kronologi pemukulan dan pengeroyokan tersebut, awalnya terjadi pada pukul 09.45 Wita, dimana keluarga Saldi Tahir antre menuju ruang tunggu. Hanya saja mereka berpisah saat melewati pemeriksaan mesin X Ray. Saat giliran sang Istri, Yusnawati diperiksa, Febri Amanda yang berada di antrean ketiga dari ibunya mengeluarkan barang bawaannya. Ia melewati seorang penumpang laki-laki di depannya.

Diklaim, tak ada niat untuk mendahului. Febri hanya ingin menitipkan barangnya kepada ibunya, agar sekali saja menjalani pemeriksaan barang bawaan.

“Penumpang di depan anak saya itu menegur. Dan tiba-tiba saja petugas security yang mendengar protes penumpang lainnya itu datang menghalau anak saya dan langsung merampas serta membuang barang kami,” kata Yusnawati di ruang SPKT Mapolda Sulsel, Jumat siang (29/6/2018).

Barang Febri dikeluarkan oleh petugas dengan cara dilempar. Demikian juga dengan barang Yusnawati. “Saya tidak terima, mendapat perlakuan buruk seperti itu. Petugas itu melemparkan barang kami,” ujarnya lagi.

Saldi yang antre agak jauh dari istrinya itu tak menerima. Ia mendatangi petugas bandara.

“Kamu kenapa kasar sekali sama perempuan,” kata Saldi menyambung perkataan istrinya di ruang SPKT. Ternyata hal itu membuat petugas bandara bertindak. Beberapa petugas langsung memegang Saldi. Kepalanya ditundukkan, dan beberapa oknum petugas lainnya melayangkan pukulan ke arah kepala dan dadanya.

” Ini kepala saya benjol. Ini bekas di luka di dada saya. Dan di bahu kanan saya luka,” tutur Saldi sambil memperlihatkan seluruh bekas luka di badannya. Terlihat memar dan merah. Tak hanya Saldi yang mendapat perlakuan kasar. Yusnawati dan kedua anaknya, Febri, dan Alfin juga demikian. Hijab Febri ditarik hingga lepas. Sedangkan Alfin dicekik, tangannya diputar sambil ditarik petugas.

“Ini lukanya juga kasian,” kata Febri memperagakan aksi petugas bandara. Ia menyambung perkataan ayahnya. “Saya tidak tahu diapakan ini mukaku. “Ini wajahku,” sambung Yusnawati sambil menunjuk bekas lukanya tepat di bagian pelipis kanan, dan bawah kantung mata, tergores memerah.

Ada juga bekas darah yang sudah mengering. Yusna berharap tak ada upaya pengutakatikan kamera CCTV di bandara. Sebab puluhan petugas itu disebutnya mengeroyok dan memukul. Itu terekam.

Pihak Polda Sulsel dikabarkan kini telah memanggil sejumlah sucurity bandara yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan tersebut.

Sementara Manajer Security Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Arif Sidajuddin, membenarkan jika Febri mendahului penumpang di depannya, sehingga ditegur oleh penumpang tersebut.

“Ada kamera CCTV. Nanti kita lihat bagaimana kejadiannya,” kata Arif yang juga berada di SPKT Mapolda Sulsel. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya