KMP Lestari Maju Tenggelam Di Perairan Selayar, Gaji ASN 30 M Ikut Tenggelam

03 July 2018 20:16
KMP Lestari Maju Tenggelam Di Perairan Selayar, Gaji ASN 30 M Ikut Tenggelam

Posmakassar.com – Tragedi tenggelamnya kapal laut di Sulawesi Selatan kembali terjadi, kali ini menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju yang tenggelam di Perairan Selayar, Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 13.48 Wita.

Informasi yang dihimpun Posmakassar.com, KMP bertipe Fery tersebut diduga tenggelam karena mengalami kebocoran pada lambung bawah kapal, tepat di depan Pulau Pa’Badillang. KMP tersebut diketahui memuat ratusan penumpang dan puluhan mobil bus serta minibus dan kendaraan lainnya.

KMP Lestari Maju sekitar pukul 11.00 Wita awalnya berangkat dari Pelabuhan Bira Kabupaten Bukukumba dengan tujuan Pelabuhan Pamatata Kabupaten Selayar. Namun pada pukul 13.40 Wita Kapal mengalami trabel (air masuk ke Dek lantai bawah) ditengah laut sehingga KMP Lestari Maju merapat ke Pantai Pa’Badilan Desa Bungayya Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pihak Basarnas dan PBDB kini tengah melakukan evakuasi penumpang Kapal KMP Lestari Maju ke Pantai Pa’Baddilan Desa Bungayya Kecamatan Bontomate’ne Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Saat ini masih dilakukan pendataan terkait korban jiwa dalam insiden tenggelamnya KMP Lestari Maju tersebut,” katanya.

Diketahui, Kapal KMP Lestari Maju memuatan penumpang sebanyak 130 orang, mobil pribadi 14, mobil truk 6, mobil 12 roda dan motor 8 unit.

KMP ini juga dikabarkan ikut menenggelamkan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan nominal uang sebesar Rp 30 miliar.

Uang tersebut dikirim dari Bank Sulselbar ke Kantor Kas Bank Sulselbar di Selayar memakai kapal nahas tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sulthan membenarkan ikut tenggelamnya uang sebesar Rp 30 miliar tersebut, yang diperuntukan untuk gaji ke-13 dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pemerintah di Kepulauan Selayar.

“Uang itu berupa Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), gaji ASN, gaji ke-13 ASN,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa uang tersebut tenggelam bersama mobil kas yang mengangkut uang telah diasuransikan.

“Bank Sulselbar telah menghubungi pihak asuransi yang menjamin pengiriman uang tersebut karena ini force majeure, bukan kesalahan kita , ini musibah, jadi ditanggung asuransi,” tambahnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya