Narapidana Teroris Asal Makassar Meninggal Saat Jalani Hukuman

08 July 2018 16:33
Narapidana Teroris Asal Makassar Meninggal Saat Jalani Hukuman

Posmakassar.com – Narapidana kasus terorisme, ustadz Muhammad Basri, yang menjalani hukuman di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah di kabarkan meninggal dunia.

Pimpinan salah satu pondok pesantren di Kota Makassar ini meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap.

Informasi yang dihimpun Posmakassar.com, Ustadz Basri awalnya mengeluh sakit dan mendapatkan penanganan medis. Namun, melihat kondisi kesehatan memburuk sehingga dibawa ke Rumah Sakit Cilacap.

Beberapa jam setelah diberikan perawatan medis oleh pihak rumah sakit, namun nahas nyawanya tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Tim Pengacara Muslim (TPM) saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa Ustadz Muhammad Basri meninggal dunia, saat menjalani masa tahanan delapan tahun penjara.

Hal tersebut disampaikan Koordinator TPM, Achmad Michdan yang merupakan penasihat hukum Ustadz Basri. 

Michdan mengungkapkan, Ustadz Basri yang selama ini menghuni sel paling ketat, Super Maximum Security, Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap, pada Sabtu (7/7/2018) sore hari.

“Sabtu sore sekitar jam 15.00 WIB dia dibawa ke rumah sakit, karena nafasnya sesak. Lalu, masuk ICU, tidak lama kemudian meninggal dunia malam harinya,” kata Achmad Michdan .

Mendengar kliennya meninggal dunia, Michdan kemudian menghubungi pihak keluarga terkait pengurusan jenazah Ustadz Basri.

“Saya sudah infokan ke keluarga, bahwa Ustadz Basri meninggal. Saya tanyakan juga apakah akan diautopsi dan akan dikuburkan di mana? Pihak keluarga menjawab minta dikuburkan di Makassar,” ujarnya.

Guna memenuhi permintaan keluarga, TPM pun mendesak pihak Lapas, Densus 88 dan BNPT, agar mengembalikan jenazah Ustadz Basri kepada pihak keluarga di Makassar.

“Saya sudah minta kepada Kepala Koordinator Lapas Se-Nusakambangan, karena dia diambil (ditangkap) di Makassar, maka kembalikanlah ke Makassar, tolong dikoordinasikanlah dengan Densus 88 dan BNPT. Saya minta kepada mereka supaya difasilitasi, jenazahnya dipulangkan ke Makassar,” jelasnya.

Rencananya, Ahad hari ini (8/7/2018), jenazah Ustadz Basri akan diberangkatkan dari Cilacap menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Dari Halim, baru dipulangkan menggunakan pesawat ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat dikonfirmasi membenarkan kematian ustadz Muhammad Basri. Ia mengatakan bahwa saat ini, narapidana teroris tersebut sementara menjalani proses hukuman di Lapas di Nusakambangan.

“Iya betul, ustadz Basri meninggal dunia dan rencananya akan di semayamkan di Makassar,” katanya, Minggu (8/7/2018). (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya