Pesantren Al Hadi Al Islami Kabupaten Wajo Adakan Sosialisasi Pengembangan Karakter dan Mental Santri

05 August 2018 14:19
Pesantren Al Hadi Al Islami Kabupaten Wajo Adakan Sosialisasi Pengembangan Karakter dan Mental Santri

POSMAKASSAR.COM – Selama ini mungkin masyarakat hanya mengenal pesantren As’adiyah yang ada di Sengkang Kabupaten Wajo. Namun di Dusun Lawatanae Desa Sogi, ternyata terdapat juga pesantren yang tidak jauh dari pusat Kota Sengkang, tepatnya di Kecamatan Maniangpajo.

Pesantren ini bernama Al Hadi Al Islami, yang didirikan beberapa tahun lalu dan kini masih dalam pengembangan.

Meski terbilang baru, namun pesantren ini sudah dapat menunjukkan eksistensinya dan sudah terdaftar di Pemerintah Kabupaten Wajo, dengan jumlah santri yang ada sekarang sebanyak 50 orang, terdiri dari 38 orang santri pria dan 12 orang santri wanita.

Pada Sabtu (4/8/2018) kemarin, pesantren ini sukses melaksanakan Sosialisasi Pengembangan Karakter dan Mental Santri, yang dihadiri pembina pondok pesantren Al Hadi Al Islami Saifulloh, SA.g, Kepala Bidang Tata Usaha Dan Pengembangan, Imran, SH serta UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Maniangpajo.

Pada kesempatan tersebut, Pembina Pondok Pesantren Al Hadi Al Islami, Saifulloh, SA.g mengatakan, pada hakekatnya pesantren itu adalah lembaga pendidikan tertua di bumi pertiwi. Dibanding dengan lembaga pendidikan lain, pesantren termasuk lembaga yang telah banyak mengalami revolusi dan metomorfosis dalam berbagai aspeknya, baik kurikulum, manajemen, maupun bentuk pesantren itu sendiri. 

“Jika dahulu pesantren fokus pada ilmu-ilmu keagamaan, katanya, namun saat ini telah memasukkan materi-materi umum sebagai materi pendukung materi pokoknya. Jika pada masa awal pesantren dikelola secara tradisional, tapi kini pesantren juga melibatkan alat tekonologi canggih untuk mempermudah pengelolaannya.,” paparnya.

Untuk itu, kata Saifulloh, terlepas dari itu semua, telah menjadi kesepakatan bahwa eksistensi pesantren hakikatnya diorientasikan untuk mencetak generasi penerus bangsa (santri) yang mumpuni dalam bidang keagamaan dan tunduk pada syari’at (agama).

“Artinya, capaian religiusitas menjadi sasaran utama lembaga pendidikan pesantren di samping juga capaian moralitas, intelektualitas dan prefesionalitas tentunya., ” jelas Saifulloh.

Bagi masyarakat di Kabupaten Wajo sendiri, tambahnya, dengan keberadaan pesantren ini setidaknya bisa melihat, mengenal dan juga bersama-sama membesarkan pesantren Al Hadi Al Islami, karena sesungguhnya sebuah pesantren itu bukanlah milik pribadi, tetapi adalah pesantren umat Islam yang kebetulan bernaung dibawah sebuah organisasi dakwah bernama Al Hadi Al Islami. Jadi maju dan mundurnya pesantren ini ditentukan oleh masyarakat Kabupaten Wajo. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya