Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan DIAmi dan Appi-Cicu

10 August 2018 16:50
Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan DIAmi dan Appi-Cicu

POSMAKASSAR.COM – Sidang penyelesaian sengketa Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar, Moh. Ramadhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) di Mahkamah Konstitusi (MK) berakhir.

Mahkamah Konstitusi, setelah membacakan materi sidang dan memutuskan gugatan DIAmi terhadap KPU Makassar tidak berdasar dan ditolak. 

“Permohonan pemohon tidak dapat di terima,” ujar Hakim MK, Anwar Usman saat memutuskan hasil sidang di Gedung MK, Jakarta, Jumat (10/8/2018). 

Seperti diketahui, DIAmi mengajukan gugatan ke MK, lantaran menganggap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, tidak melaksanakan perintah Panwaslu untuk mengembalikan status DIAmi sebagai paslon yang akan bertarung di Pilwalkot Makassar. 

Namun, KPU tetap bersikukuh menolak putusan hasil sengketa di Panwaslu, karena berpedoman pada putusan Mahkamah Agung (MA), yang menguatkan hasil putusan PT TUN yang mendiskualifikasi paslon DIAmi karena dianggap melanggar pasal 173.

Selain gugatan DIAmi, MK juga menolak gugatan Appi-Cicu.

Putusan penolakan ini dibacakan Anwar Usman didampingi oleh 8 hakim MK lainnya yakni,  I Dewa Gede Palguna, Manahan MP Sitompul, Maria Farida Indrati,  Aswanto, Arief Hidayat,  Suhartoyo, dan Saldi Isra.

Dalam putusannya, ada beberapa pertimbangan MK menolak gugatan Appi-Cicu. Salah satunya terkait selisih ketentuan pengajuan permohonan sengketa Pilwalkot Makassar. Di mana disebutkan, jumlah penduduk Kota Makassar adalah 1.663.479 jiwa dengan  selisih 0,5 persen atau 2.825 suara untuk syarat gugatan. 

Sementara, perbedaan suara Appi -Cicu dengan kolom kosong adalah 36.550 suara, atau lebih dari syarat 2.825 suara. Dengan demikian, kemenangan kolom kosong di Kota Makassar dinyatakan Sah.(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya