Polisi Tetapkan Pelaku Insiden Kebakaran Tinumbu

13 August 2018 01:59
Polisi Tetapkan Pelaku Insiden Kebakaran Tinumbu

POSMAKASSAR.COM – Setelah melakukan pendalaman, Polisi akhirnya menetapkan 6 (enam) orang pelaku dalam insiden kebakaran di Jalan Tinumbu Lr. 166 B, pada Senin (6/8/2018) lalu, yang mengakibatkan 6 (enam) orang meninggal dunia dan 3 (tiga) unit rumah terbakar.

Para Korban yang tewas terbakar yaitu Alm H. Sanusi, Hj. Bondeng, Hj. Musfalifah, Namirah, anak Ijas dan Ahmad Fahri alias Desta.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Minggu (12/8/2018) di Mako Polrestabes Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, aparat menghadirkan langsung para tersangka, yaitu Andi Muhammad Ilham (23), Akbar dg Nampu (32) (penghuni lapas), Riswan (23), Haidir (25), dan Wandi (23). Sementara Irwan Lili yang merupakan penghuni lapas, menjadi perantara atas peredaran narkoba Fahri.

Pada kesempatan itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, para tersangka ini dibagi menjadi dua kasus, yakni kasus penganiayaan dan kasus pembakaran. Riswan, Wandi, dan Haidir menjadi tersangka atas kasus penganiayaan yang dialami Fahri sehari sebelum kebakaran. 

Sementara Andi Muhammad Ilham (23) merupakan eksekutor yang membakar rumah milik H. Sanusi. Ilham diperintah oleh Akbar dg Nampu (32) yang merupakan narapidana kasus pembunuhan dan narkotika, yang berada di Lapas Klas I Makassar. 

“Kasus ini motifnya adalah jual beli narkoba, dimana salah satu korban atas nama Fahri. Bahwa Fahri melakukan transaksi narkoba bersama Akbar Ampu,” kata Irwan.

Dijelaskan, masalah ini berawal disaat Ahmad Fahri alias Desta (alm) mengambil sabu-sabu sebanyak 9 sachet dengan harga Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) lalu Riswan, Wandi dan Haidir datang untuk menagih korban, tapi Desta hanya berjanji akan membayarnya.

Tak lama kemudian, si pelaku mendapat informasi jika Desta akan bertolak ke Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, maka tersangka Rangga alias Sangir alias Akbar Ampuh melalui pesan singkat massenger Facebook memerintahkan kepada Andi Ilham alias Ilho dan Ramma (DPO) membakar rumah H. Sanusi di Jalan Tinumbu lr. 166 B Kel. Pannampu Kecamatan Tallo Kota Makassar.

Menurut Kapolrestabes Makassar, para tersangka ini sebelum memulai aksinya, mereka diberikan sabu-sabu untuk memakainya bersama. Para pelaku beraksi disaat warga sekitar sudah terlelap, sehingga pelaku dengan leluasa menyiramkan bensin dan melakukan pembakaran.

Kombes Pol Irwan menambahkan, dalam kasus tersebut ada dua pasal yang akan di kenakan, dimana pelaku eksekutor dan otak pembakaran yang tentunya peran yang dilakukan bersangkutan dalam berat atau ringannya hukuman.

Kalau pasalnya sama dan status sebagai tersangka atau narapidana saat ini tentunya berat, khususnya bagi yang bersangkutan, mereka melanggar Pasal 340 ayat 3 dengan ancaman Hukuman Mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya