Keluarga Korban Pesawat Jatuh Menunggu Jenazah Jamaluddin

14 August 2018 17:49
Keluarga Korban Pesawat Jatuh Menunggu Jenazah Jamaluddin

POSMAKASSAR.COM – Keluarga salah seorang korban kecelakaan Pesawat Dimonim Air, Jamaluddin (42), yang jatuh di Gunung Menuk, Oksibil Jayapura Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menantikan kedatangan jenazah keluarganya itu, Senin (13/8/2018).

Sejumlah keluarga, kerabat, dan tetangga korban pun berdatangan dan melayat di rumah kakak tertua mendiang Jamaluddin, Hj Bollo (60). Perlengkapan pemakaman pun dipersiapkan.

Sebelumnya, dalam peristiwa naas pada Sabtu (10/8/2018) tersebut, dikabarkan sebanyak delapan orang korban tewas, termasuk Jamaluddin yang diketahui merupakan warga Jalan Nipah-nipah, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar. Sedangkan anak Jamaluddin, Jumaidi (12) dinyatakan selamat dalam peristiwa itu.

Kakak mendiang Jamaluddin, Haji Bollo menceritakan, adiknya itu sudah tiga tahun menetap di Jayapura. Awalnya, bekerja sebagai pengojek kemudian berjualan di sekolah.

Jamaluddin dan anaknya menjadi penumpang pesawat Dimonim Air tersebut, karena hendak menjenguk salah satu adiknya, Rahman, yang sedang sakit di Distrik Tanah Merah.

Kendati demikian, keluarga mendiang H Jamaluddin di Makassar juga bersyukur lantaran putra Jamaluddin, selamat dalam peristiwa jatuhnya pesawat jenis Pilatus PC-6PK-HPQ tersebut.

Haji Bollo menceritakan, sebelum adiknya itu berangkat menggunakan pesawat terbang, dirinya sempat menelpon adiknya itu untuk menjaga anaknya. “Tidak ada firasat lainnya,”beber dia.

Hanya saja, beber H Bollo, Rahman yang hendak dijenguk oleh Jamaluddin, sempat bermimpi menebang pohon pisang.

Haji Bollo menjelaskan hingga sore kemarin, jemazah adiknya itu belum tiba ke rumahnya. Namun, pihaknya belum memperoleh kepastian pemberangkatan sebab dapat ditunda tergantung cuaca.

Abdul Azis, (40) sepupu mendiang Jamaluddin, menceritakan Jamaluddin merupakan warga Asli Nipah-nipah. Hanya saja, setelah menikah yang bersangkutan menetap di Palopo bersama istrinya.

Sosok mendiang Jamaluddin dikenal agak pendiam dan beberapa kali merantau. Sebelum menikah, beber Azis, sepupunya itu pernah pula merantau di Samarinda.

“Di Samarinda menjual buah-buahan di sana,”jelasnya.

Abdul Azis menceritakan, terakhir ketemu dengan mendiang pada 1997 lalu, saat berkunjung ke rumahnya. “Jarang sekali ketemu, karena kebanyakan merantau,”jelas dia.

Jamaluddin meninggalkan istri Diana dan putrinya Ecce di Jayapura. Dan satu putranya yang lain sedang melaut bernama Hendra. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya