Residivis Pencurian Lempar Bom Molotov ke Gereja

21 August 2018 21:17
Residivis Pencurian Lempar Bom Molotov ke Gereja

POSMAKASSAR.COM – Gereja Toraja Jemaat Masale dilempar bom molotov, Selasa (21/8/2018) dini hari. Meski demikian, upaya percobaan pembakaran Gereja yang berlokasi di Jalan Adhyaksa Baru, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar itu berhasil digagalkan oleh warga.

Pemuda Jampardi (18), warga Jalan Adhyaksa Baru, pelaku percobaan pembakaran gereja dengan motif melempar bom molotov itu kini diamankan di Polsek Panakukkang.

Kasi Humas Polsek Panakukkang, Bripka Ahmad Halim mengatakan, sebelum kejadian tersebut, pada Kamis, 16 Agustus 2018 sekitar pukul 14.00 Wita, pelaku diketahui membeli bensin botolan disalah satu toko.

“Pelaku beli sebanyak satu botol dan menyimpan bensin tersebut selama lima hari,” kata Ahmad.

Selanjutnya pada  Selasa, 21 Agustus 2018, sekitar pukul 05.00 Wita, pelaku memanjat tembok pagar dengan membawa botol Mizone. Botol yang berwarna biru tersebut berisikan bensin. Pelaku kemudian diduga membuka tutup botol tersebut lalu membakar dengan korek gas.

“Kemudian melemparkan ke lantai depan pintu, dimana tempat tersebut ada gardu listrik sehingga kabel instalasi listrik dan fiber warna bening pengaman kuseng pintu sebahagian terbakar, namun tidak ada korban jiwa, kerugian materil belum bisa ditaksir,” tambahnya.

Sementara itu, Polrestabes Makassar akan melakukan pengembangan kasus pelemparan bom molotov ke Gereja di Makassar itu. Dimana pelaku yang berhasil ditangkap adalah residivis kasus pencurian di Makassar.

Pelaku yang diketahui identitasnya yakni Jampardi alias Jampang umur 18 tahun, pekerjaan tidak ada beralamat di Jalan Adhyaksa Baru lorong 4. Saat beraksi pelaku terekam CCTV sedang memanjat tembok pagar dan melempar bom molotov ke pintu gereja.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan berkat hasil rekaman CCTV pelaku ditangkap sekitar pukul 10.00 Wita pagi tadi.

“Tersangka adalah residivis kasus pencurian. Ditangkap tidak jauh dari kediaman rumah tersangka. Pelaku dikenali dari CCTV oleh anggota,” kata Irawan.

Untuk kerugian, belum bisa ditaksir karena akibat kejadian tersebut pelapis fiber fentilasi ikut terbakar.

Menurut Irwan ada pelaku lain dalam kasus pelemparan bom molotov ini. “Karena ada kasus pencurian lain yang pernah dilakukan oleh tersangka dan kawan-kawannya,” ungkap Irwan.

Kapolsek Panakukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan percobaan pembakaran pintu gereja dilakukan oleh pelaku sekitar pukul 05.00 Wita pagi tadi.

Ananda menjelaskan kasus percobaan pembakaran berawal saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale Bripka Muh. Ismail mendapat info sekitar pukul 08.30 Wita

Selanjutnya Bripka Muh Ismail yang berada di TKP langsung menghubungi Piket Reskrim Polsek Panakkukang dan langsung dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kemudian ditemukan 1 buah botol minuman yang sudah melele (bekas terbakar). Anggota kepolisian kemudian mengecek CCTV gereja.

“Berdasarkan hasil rekaman CCTV, anggota langsung menyimpulkan pelaku pembakaran adalah inisial J. Pelaku merupakan residivis kasus pencurian,” terang Ananda.

Ananda menjelaskan bahwa motif pelaku membakar gereja karena kesal kepada pihak gereja.

Dimana pihak gereja selalu meningkatkan kewaspadaan dengan memasang sejumlah CCTV. Apalagi jemaat gereja rutin melakukan ronda sampai pagi.

“Akibat sering terjadi pencurian pihak gereja meningkatkan kewaspadaan dengan ronda sampai pagi. Dan memasang CCTV. Sehingga pelaku kesal nekat membakar pintu gereja,” tutur Ananda. (*).

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya