Tersangka fee 30 Persen Masih Bisa Bertambah

14 September 2018 01:57
Tersangka fee 30 Persen Masih Bisa Bertambah

POSMAKASSAR.COM – Penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan fee 30 persen dari camat se-Kota Makassar.

Penetapan dilakukan setelah ekspose digelar di Mabes Polri pada 12/9/2018 kemarin. Tersangkanya adalah Erwin Syafruddin Haiya sebagai kepala BPKAD Kota Makassar periode 2013 sampai 2018.

Meski demikian, Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim Polri, Kombes Erwanto Kurniadi tak menampik kemungkinan adanya penetapan tersangka lain pada gelombang kedua nantinya.

Kendati demikian, Erwanto masih belum membocorkan siapa yang berpotensi menjadi tersangka berikutnya. Dalam kasus ini, dugaan korupsi diduga mencapai Rp 20 miliar. Namun Bareskrim Mabes Polri masih akan terus mendalami aliran dana tersebut. “Masih sebagai saksi. Masih didalami penyidik,” jawab Erwanto, 

Dia mengatakan, dalam kasus tersebut ada tiga orang anggota DPRD Makassar yang telah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri. Ketiga anggota dewan tersebut di antaranya berinisial RP, JP dan SUP. Erwanto pun mengatakan para anggota dewan tersebut masih akan dipanggil diperiksa untuk pengembangan kasus.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah mendalami aktor dibalik dugaan kasus pemotongan anggaran kegiatan sosialisasi dan penyuluhan lingkup kecamatan se-Kota Makassar usai menetapkan mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Makassar, Erwin Syafruddin Haiya sebagai tersangka.

Erwanto menegaskan, bakal ada tersangka baru dugaan kasus korupsi ini yang merugikan negara kurang lebih Rp20 miliar. Kata dia, selain menggunakan Pasal 2 dan 3 UU Tipokor, penyidik pun menggunakan Pasal 55 (penyertaan) KUHPidana untuk menjerat tersangka lain.

“Kita pakai Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 55 KUHPidana. pasal 55 tentang penyertaan, karena memungkinkan ada tersangka yang lain,” paparnya, Kamis (13/09/2018).

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya juga akan melayangkan surat pemanggilan kepada 11 legislator Makassar yang sebelumnya terperiksa. 

“Ya masih memungkinkan (diperiksa), karena masih didalami penyidik. Saat ini masih satu (tersangka), yang lainnya didalami,” imbuhnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya