Polisi Temukan Orok Hasil Aborsi di Taman Penginapan

19 September 2018 12:15
Polisi Temukan Orok Hasil Aborsi di Taman Penginapan

POSMAKASSAR.COM – Penginapan Pondok Wisata Makassar di Jalan Mesjid Raya, yang sebelumnya mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan aborsi yang dilakukan salah seorang pekerjanya, akhirnya ditindaklanjuti aparat Kepolisian.

Pada Selasa (18/9/2018) kemarin, sekitar pukul  03.00 Wita, anggota Resmob Polda Sulsel bersama Biddokkes Polda Sulsel dan Inafis Polrestabes Makassar, melaksanakan penggalian janin (orok) yang diduga dari hasil hubungan gelap tersebut.

Penggalian orok bayi tersebut disaksikan langsung pemilik Pondok Wisata, Jimmy (63), Warga Jalan Sunu No 36 Makassar. 

Sementara identitas ibu dari orok tersebut diketahui bernama Nurul Kumala alias Rani (26), warga Jalan Mesjid Raya Makassar. Dari hasil penyelidikan diketahui sejumlah orang yang terlibat membantu melakukan tindakan aborsi diantaranya, Mady (32), warga Jalan Sunu No 34 yang berperan menguburkan Orok (janin), Ety juarli (43),warga Jalan Mesjid Raya yang menyaksikan janin tersebut dikeluarkan dari rahim pelaku dan Asmawati (38), warga Jalan Mesjid Raya yang membantu mengeluarkan janin. 

Paur Dokter Forensik Biddokkes Polda Sulsel AKP Sulkarnain menerangkan, kondisi bayi itu sulit diidentifikasi karena kondisnya sudah membusuk. Janin yang diduga baru berusia bulanan itu dikuburkan dalam tanah di taman penginapan tersebut.

“Kami datang mengambil janin itu karena menerima informasi dari tim Resmob Polda terkait penyelidikan dugaan aborsi,” jelas Sulkarnain.

Sementara Kepala Subdit IV Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Kompol Suprianto membenarkan penyidikan dugaan kasus aborsi tersebut. Namun ia mengaku belum dapat memaparkan hasil temuan pihaknya. 

“Masih dilakukan pengembangan oleh anggota di lapangan,” jelas Suprianto yang dikonfirmasi Selasa (18/9/2018).

Penemuan orok tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat bahwa telah terjadi praktek aborsi di penginapan tersebut.

Kemudian aparat kepolisian melakukan penyelidikan di lapangan, dan diketahui kemudian seseorang yang bernama Madi pernah mengubur janin di sekitar area Pondok Wisata. 

Selang beberapa waktu anggota berhasil mengamankan lelaki Madi di Jalan Sunu Makassar. Dari hasil interogasi, dirinya mengaku bahwa benar pada bulan Mei tahun 2018 sekira pukul 22.00 Wita,  dia disuruh oleh Nurul Kumala alias Rani menguburkan janin yang berusia 4 bulan. 

Selanjutnya anggota melakukan pengembangan dengan mengonfirmasi ke Nurul Kumala alias Rani. Dari hasil keterangannya bahwa pada bulan Mei 2018 sekira pukul 19.00 Wita, dirinya mengalami pendarahan di rahimnya dan berteriak minta tolong, sehingga rekannya bernama Asmawati (teman kostnya) datang untuk membantu dan melihat janin tersebut yang hampir keluar dari rahim. 

Kemudian Asmawati menarik janin tersebut keluar yang saat itu disaksikan juga oleh teman kost lainnya yang bernama Ety Juarli. Selanjutnya janin tersebut di berikan kepada Madi untuk di kuburkan. 

Selanjutnya anggota melakukan penggalian janin dan berhasil mengangkat janin yang masih terbungkus dengan kain, saat itu juga janin tersebut di bawa ke Biddokes Polda Sulsel. 

Kasus tersebut selanjutnya di serahkan ke Polrestabes Makassar untuk pemeriksaan lanjut. (*) 

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya