Penyebar Hoax Bendungan Bili-Bili Retak, Diciduk Petugas

04 October 2018 16:38
Penyebar Hoax Bendungan Bili-Bili Retak, Diciduk Petugas

POSMAKASSAR.COM – Penyebar berita hoax terkait bencana alam yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, akhirnya diciduk petugas.

Dari keempat orang penyebar berita hoax tersebut, satu di antaranya merupakan warga asal Kabupaten Jeneponto.

Warga Jeneponto tersebut bernama Ade Irma Suryani Nur. Ia ditangkap pada Rabu (3/10/2018) kemarin, karena pada tanggal 28 September 2018 telah memposting tulisan bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa retak akibat gempa.

Selain Ade, polisi menangkap Dhany Ramdhany, warga Cipinang Muara, Jakarta Timur, Martha Marghareta di Surabaya, dan Malini di Pekanbaru.

Sebelum itu, polisi juga telah menangkap empat tersangka lainnya, hingga disebutkan kini ada delapan tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Setyo Wasisto menyebut jika tidak semua tersangka ditahan di Donggala, ada pula tersangka yang ditahan di Lombok Timur.

“Tidak semuanya ditahan di Donggala, ada di Lombok Timur, terkait kasus ini bukan di Donggala semua. Kecuali ada hal-hal tertentu yah misalnya sakit, dan ibu menyusui, itu yang ditangkap di Lombok,” kata Setyo kepada media, Kamis (4/10/2018).

Setyo menambahkan bahwa untuk menggunakan smartphone atau internet tidak bisa sembarangan apalagi menyebar berita yang belum pasti ada kebenarannya.

“Ingat, saring sebelum sharing, ini perlu peran media, bahwa menggunakan medsos harus hati-hati dan bijak,” tandasnya.

Sementara, Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Asep Safrudin Wibowo menegaskan pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap 14 akun media sosial yang diduga telah menyebarkan berita bohong terkait gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan di NTB, sehingga dapat menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya