Polisi Lacak Penyebar Hoax Adopsi Anak Korban Gempa di Antang

05 October 2018 20:31
Polisi Lacak Penyebar Hoax Adopsi Anak Korban Gempa di Antang

POSMAKASSAR.COM – Aparat Kepolisian terus mengejar pelaku penyebar sejumlah berita hoax terkait peristiwa gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Hoax terbaru yang beredar di medsos, pesan bahwa sekitar 100 bayi dan anak-anak korban gempa tsunami yang ditampung di TK Akar Panrita Mamminasata, Jl. Kirab Remaja No.46 Antang,
tepatnya disamping Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Kecamatan Manggala Kota Makassar, siap diadopsi.

Akibatnya, ratusan warga Kota Makassar dan sekitarnya di Sulsel berdatangan ke TK Akar Panrita lantaran tertipu oleh berita hoax tersebut.

“Jadi kami tegaskan kembali bahwa berita itu adalah bohong (hoax),” kata Pihak Sekolah Yayasan Akar Panrita Mamminasata, Fitriana Basira kepada media di lokasi penampungan, Jumat (5/10/2018).

Menurutnya, pasca beredarnya pesan berantai di media sosial, banyak orang berdatangan dan menelepon karena mau mengadopsi anak anak yang selamat dari musibah bencana gempa berkekuatan 7,4 SR yang disusul tsunami tersebut.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Relawan, Akhmad Mushawir mengaku sangat menyayangkan adanya kabar yang beredar terkait adopsi anak korban gempa Palu Sulteng tersebut.

“Itu hoax, kami sudah briefing bersama dengan pihak yayasan dan teman relawan. dan klarifikasi sudah kami sampaikan bahwa itu hoax dan tidak benar,” kata Akhmad Mushawir.

Ahmad mengaku dengan adanya pesan beredar masalah memperbolehkan adopsi itu sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Manggala untuk menindaklanjuti info beredar tersebut.

Selain melaporkan, para relawan penampungan korban gempa dan tsunami juga langsung memasangi selebaran bertuliskan “Pengumuman Informasi Adopsi Hoax Semata”

Ahmad menyampaikan korban gempa bumi dan tsunami Palu yang diungsikan di Yayasan Akar Panrita Mamminasata Antang sebanyak 112 orang.

Sebanyak 84 diantaranya adalah anak anak usia dua bulan sampai 15 tahun.

“Dua orang sudah diambil tadi malam oleh orangtuanya,” katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, penindakan terhadap pelaku penyebar hoax tersebut, kini ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri, namun tetap berkoordinasi dengan Polda Sulsel.

“Pelakunya sedang dilacak oleh Krimsus (Direktorat Kriminal Khusus) masalah hoax adopsi anak korban gempa tersebut. Untuk penindakannya, bekerjasama dengan Bareskrim,” ujar Dicky, Jumat (5/10/2018). (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya