Toleransi Waktu Berakhir, 1.035 Napi di Minta Kembali ke Rutan dan Lapas

08 October 2018 06:15
Toleransi Waktu Berakhir, 1.035 Napi di Minta Kembali ke Rutan dan Lapas

POSMAKASSAR.COM — Hingga berakhirnya batas waktu toleransi yang diberikan oleh pemerintah, masih ada sekitar 1.031 Narapidana (Napi) yang masih berkeliaran diluar dan belum kembali dan melaporkan keberadaanya pasca Gempa dan tsunami yang menghantam Kota Palu dan sekitarnya.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementrian hukum dan Hak Asasi Manusia memperingatkan kepada para Napi tersebut untuk segera melaporkan dan kembali ke Rutan dan Lapas sebelum nantinya di berikan sanksi tegas.

“Kami menghimbau agar segera mereka yang sempat keluar untuk kembali ke Lapas dan Rutan di mana mereka berada sebelumnya di tahan,” kata Sesditjenpas Kemenkumham, Liberti Sitinjak melalui keterangan persnya.

Liberti mengungkapkan, toleransi waktu berada diluar yang diberikan para warga binaan Rutan dan Lapas untuk melihat kondisi keluarga mereka saat terjadinya bencana alam melanda Kota Palu, Donggala dan Sigi, kini telah berakhir.

“Ada sanksi tegas bagi warga binaan yang melampui batas waktu satu minggu tidak melapor,” ujar Liberti,

Liberti menyebutkan di Rutan Palu yang dihuni 465 napi, baru 119 napi yang melaporkan keberadaanya, sementara 23 bertahan, namun masih ada 433 napi yang belum diketahui keberadaanya.

Sedangkan di Lapas Kota Palu, dari 549 penghuni lapas, 130 orang yang telah melapor, akan tetapi masih ada 419 penghuni lapas masih berkeliaran diluar.

Sementara itu, lanjutnya khusus untuk di Lapas wanita Palu, dari 88 penghuni
tercatat 44 orang yang belum melaporkan, sementara enam tahanan memilih bertahan di Lapas dan 43 orang telah melaporkan keberadaanya.

Kemudian untuk Lapas anak Kota Palu yang menampung 29 orang. Baru satu Napi yang kembali, 14 sudah melapor, dan sisanya yakni 13 belum diketahui keberadaanya

Lalu kondisi Cabang Rutan Parigi yang menampung 186 orang. Saat ini 105 orang sudah kembali, 72 orang melapor, tiga orang ditangkap Polres Parigi, dan enam orang masih kabur.

Rutan Donggala tercatat menampung 342 orang. Saat gempa ada 260 Napi dan tahanan dikeluarkan. Lantas 253 orang kembali ke keluarga, 7 orang tinggal di rumah dinas, 18 orang sudah melaporkan, sisanya belum diketahui.

Meski demikian, Liberti mengungkapkan jika kondisi sejumlah Lapas dan Rutan di Sulteng mengalami kerusakan yang cukup berat akibat gempa. Namun pihaknya berjanji akan segera turun mengidentifikasi kerusakan untuk selanjutnya melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan Lapas dan Rutan.

“Namun demikian, kami menunggu pencabutan pernyataan resmi siaga satu dari pihak pemerintah daerah dan BMKG,” ujar Liberti. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya