BNPB : Korban Bencana Gempa dan Tsunami di Sulteng 1.948 Meninggal Dunia

09 October 2018 07:52
BNPB : Korban Bencana Gempa dan Tsunami di Sulteng 1.948 Meninggal Dunia

POSMAKASSAR.COM – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui situs resmi BNPB mencatat, hingga saat ini seluruh tim SAR gabungan dan relawan masih terus melakukan pencarian korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang keberadaannya belum diketahui atau hilang, hingga Senin (08/10/2018) kemarin.

Hanya saja, proses pencarian korban tersebut sedikit mengalami kendala, antara lain karena keterbatasan jumlah personel dan alat berat dalam melakukan evakuasi jenazah korban yang meninggal dunia.

“Evakuasi hingga kemarin berlangsung di Palu dan Sigi. Ditemukan 38 korban meninggal dunia. di hotel roa-roa satu jenazah, balaroa 20, petobo 7, rumah makan dunia baru 1, mercure 1, talise 1. Sedangkan di Sigi, yakni di biromaru 7 korban meninggal dunia,” sebut Sutopo.

Diketahui, pasca dilanda gempa berkuatan 7,4 SR, gempa susulan terjadi sebanyak 494. 15 Diantaranya dirasakan dengan kekuatan gempa bervariatif.

1. Adapun data korban jiwa per hari Senin (08/10/2018) :

–  Jumlah korban meninggal dunia 1.948 orang : Palu (1.539), Donggala (171), Sigi (222), Parigi Moutong (15), dan Pasangkayu, Sulbar (1)

–  Jumlah korban yang dimakamkan 1.948 orang
–  Jumlah korban alami luka-luka, 10.679 orang
–  Jumlah korban hilang 835 orang
–  Jumlah pengungsi 74.444 jiwa : asal Palu 38.621 jiwa, Sigi 15.600    jiwa, dan Donggala 20.223 jiwa

2. Adapun data fasilitas pendidikan dan kesehatan yang mengalami kerusakan

– Rumah Sakit alami kerusakan sebanyak 65.733 unit
– Sekolah alami kerusakan 2.736 unit (hasil pendataan Kemendikbud)
– Rumah sakit alami kerusakan berat, RS Anutapura dan 6 Puskesmas

3. Adapun data penanganan medis dan penanganan jenazah :

– Para korban dilayani di 15 rumah sakit, di Palu 12 rumah sakit, di Donggala 2 rumah sakit (kapal RS Terapung airlangga) dan  di Sigi 1 rumah sakit

– 50 unit Puskesmas telah berfungsi, 13 di Pali, 19 di Donggala, dan 18 di Sigi 

– 283 korban telah berhasil ditangani, baik operasi orthopedi, obgyn, bedah syaraf, dan operasi bedah umum

– 1.622 orang telah diberi vaksi tetanus, termasuk relawan

– 168 korban luka-luka di rujuk ke 11 rumah sakit di Makassar

– Saat ini jumlah tenaga medis yang berada di Palu sebanyak 1.175 orang, 278 diantaranya dokter umum, 121 dokter spesialis dan 527 perawat

– Masyarakat saat ini diserang penyakit pneumonia dan diare

Kendala lain yang dialami yakni keterbatasan akses ke Sigi menyulitkan bantuan layanan dan logistik kesehatan, dan masih dibutuhkan SDM kesehatan, serta banyaknya sampah medis masih menumpuk. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya