Penyidikan Tersangka Akbar Ampuh Dihentikan

27 October 2018 01:47
Penyidikan Tersangka Akbar Ampuh Dihentikan

POSMAKASSSAR.COM – Polisi telah mengeluarkan SP3 terhadap Akbar Daeng Ampuh alias Rangga (32) tersangka otak pembakaran rumah yang menewaskan enam orang di Jalan Tinumbu. Penghentian itu disusul tersangka tersebut meninggal dunia di Lapas Klas I Makassar, Senin, 22 Oktober lalu.

Menurut Kasat Reskrim Kompol Wirdhanto Hadicaksono, dikeluarkannya surat penghentian penyidikan perkara (SP3) itu sesuai dengan pasal 109 KUHAP poin 3 yang berbunyi penyidikan bisa dihentikan demi hukum, apabila ada ada alasan-alasan hapusnya hak menuntut dan hilangnya hak menjalankan pidana salah satunya adalah karena meninggal dunia.

Kendati demikian, kata dia, penyidikan dua tersangka lainnya, Muhammad Ilham atau Ilho dan Sulkifli Amir atau Ramma, tetap berlanjut.

Bahkan, berkas kedua tersangka eksekutor pembakaran rumah yang menewaskan enam orang yang masih satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 165B, Kecamatan Tallo, Makassar tersebut telah dilimpahkan atau tahap I ke Kejari Makassar.

Plt Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum)
menjelaskan, dalam perkara tersebut berkas perkara Ramma dan Ilho masih dalam penelitian jaksa. Sedangkan berkas Akbar Ampuh, pihaknya sudah menerima SP3 dari penyidik Polrestabes Makassar.

Sementara itu, bebernya, berkas dua tersangka Ramma dan Ilho itu masih proses penelitian. Berkas perkaranya ada sedikit kekurangan yang tidak terlalu detail tapi kita berkoordinasi dengan penyidik.

“Kita tetap berkoordinasi dengan penyidik kepolisian untuk melengkapi berkas tersebut sebelum dilimpahkan ke pengadilan,”bebernya, Kamis, (25/10/2018).

Dia menjelaskan, jika tidak ada hambatan, berkas perkara kedua tersangka itu paling lambat P21 pada pertengahan November mendatang.

Sekadar diketahui, Akbar meninggal diduga bunuh diri di kamar isolasi di Lapas Klas IA Makassar dengan mencekikkan rantai borgol tangannya ke lehernya karena disinyalir mengalami tekanan psikis karena permasalahan keluarganya.

Akbar sendiri merupakan otak di balik pembakaran rumah yang menewaskan Fahri (24) beserta lima orang keluarganya lain yang dilatari utang narkoba Fahri pada Senin, 6 Agustus lalu. Dua tersangka lainnya Ilho dan Ramma menjadi eksekutor pembakaran. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya