Penyebar Hoax Penculikan Anak di Makassar Ditangkap

06 November 2018 15:38
Penyebar Hoax Penculikan Anak di Makassar Ditangkap

POSMAKASSAR.COM – Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani didampingi Wadir Krimsus Polda Sulsel AKBP Parojihan Simanjuntak di ruang Krimsus, Selasa (6/11/2018), memberikan keterangan pers terkait penyebar hoax penculikan anak di Makassar.

Kepada sejumlah wartawan, Dicky Sondani menyatakan telah menangkap dua penyebar hoax penculikan anak yang sempat meresahkan masyarakat di media sosial (medsos).

Kedua pelaku diketahui bernama Nurmiaty dan Usman. Keduanya dikenakan pasal 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya dua tahun.

Pelaku Nurmiaty merupakan mahasiswa yang beralamat di Jl. Tinumbu, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, berhasil ditangkap berdasarkan laporan polisi Nomor: R/LI/1869/X/2018/Dittipidsiber 29 Oktober 2018 yang diduga menyebarkan berita hoax penculikan serta penjualan organ tubuh di pasar gelap melalui akun facebook Nrmyt Umi.

“Kita sudah melakukan penangkapan terhadap saudari Nurmiaty yang memposting gambar-gambar cukup memyeramkan di medsos pada Rabu 21 Maret 2018. Pelaku ditangkap di Jalan Tinumbu,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel.

Barang bukti yang diamankan, yakni satu unit Handphone merk Iphone7 tanpa kartu warna black matte, dan KTP pelaku.

Menurut Dicky, pelaku memposting konten berita bohong yang belum pasti kebenarannya, sehingga membuat keonaran di kalangan masyarakat dengan isi konten “VIDEO NO HOAX Penculikan serta penjualan organ tubuh di pasar gelap, jaga anak kalian baik baik”.

Pelaku satunya, yakni Usman, juga telah ditangkap karena memposting informasi hoax terkait penculikan anak di Batua Raya pada hari Sabtu (13/11/2018). Dalam postingannya di group facebook Makassar Info, pelaku juga menjual organ tubuh seharga Rp 1 miliar.

“Penangkapan Usman di Jalan Borong Jambu Perumnas Antang, dengan barang hukti yan disita hp merek oppo, KTP, dan SIM,” ungkap Kombes Dicky.

Menurutnya, penyebaran informasi hoax ini sangat meresahkan masyarakat karena motif pelaku mengingatkan kepada orang-orang agar selalu menjaga anaknya.

“Makanyanya kita imbau kepada masyarakat agar tidak mudah menshare ke medsos jika mendapat informasi yang belum ada kebemarannya. Disaring dulu, dan kalau bukan instansi berwenang yang mengeluarkan informasi, maka jangan disebar. Kalau pejabat publik yang menyebarkan, itu memang sudah pekerjaannya. Tapi walaupun kita tahu, lebih baik tidak usah menshare, jadi lebih baik hati-hati,” terang Dicky.

Sementara Parajohan menambahkan, bahwa admin atau pengurus group facebook Makassar Info, bakal ikut ditelusuri dalam kasus penyebaran hoax penculikan anak.

“Pasti akan mengarah kesana nantinya. Sekarang kita masih melakukan mengembangan terlebih dahulu,” tuturnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya