Anggaran Rujab Selangit, Pemprov Sulsel Dianggap Hedonis

30 November 2018 08:34
Anggaran Rujab Selangit, Pemprov Sulsel Dianggap Hedonis

POSMAKASSAR.COM – Sikap Biro Umum dan Perlengkapan Sekprov Sulsel yang mengusulkan anggaran perlengkapan rumah jabatan Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekprov dengan nilai selangit, mendapat respon publik.

Setidaknya belasan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Kawal Publik (LKP) Sulsel mendatangi Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, kemarin. Mereka menggelar unjukrasa di depan pintu gerbang dan menuntut pembatalan usulan senilai Rp 4,6 miliar tersebut.

Koordinator Lapangan LKP Sulsel Arlan menyebutkan, anggaran karpet, kasur dan ratusan item perlengkapan rumah tangga lainnya di Rujab pimpinan Pemprov Sulsel sangat berlebihan. 

Angka Rp 4,6 miliar yang diusulkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bertentangan janji pemerintah untuk kesejahtraan rakyat. 

Perwakilan KLP, Arlan berpendapat anggaran senilai Rp 4,6 miliar untuk pengadaan barang-barang di Rujab, seharusnya digunakan pada alokasi yang lebih bermanfaat, seperti pada sektor pendidikan yang sebagian besar anak- anak di Sulsel belum tersentuh.

“Anggaran itu sangat tidak pro rakyat. Karpet tidak perlu sampai semahal itu, biar satu juta tetap saja karpet. Kami meminta anggaran Rujab yang miliaran itu di batalkan terkesan mewah,” kata Arlan, saat menyampaikan aspirasinya di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (29/11/2018).

Menurutnya, Sulsel hari ini membutuhkan sentuhan langsung dari pemerintah, bukan malah menghabiskan anggaran untuk sesuatu hal yang tidak penting.

“Kami akan terus menyuarakan aspirasi rakyat dalam bentuk demonstrasi jika tidak ada upaya untuk hapuskan anggaran mewah itu,” tambahnya.

“Kami sangat menyayangkan hal ini. Bagaimana tidak anggaran sebesar ini hanya untuk dipakai mengadakan barang-barang sederhana dengan nominal fantastis. Pemerintah khususnya gubernur dan wakil gubernur tidak lagi berada di koridor dalam mengurus rakyat Sulsel,” kata mahasiswa Stimik Handayani ini, saat berorasi didepan kantor Gubernur Sulsel.

Katanya, pemerintah kini mempertontonkan gaya hedonisme kepada masyarakat. Sementara banyak anggaran untuk pemenuhan kesejahteraan rakyat terpangkas, seperti di sektor pendidikan khususnya intensif honorer.

“Kami menilai anggaran Rp 4,6 miliar, itu dialihkan saja ke sektor yang lebih penting seperti pendidikan. Bisa dibayangkan berapa banyak generasi muda yang akan tertolong keberlanjutan sekolahnya dengan dana sebanyak itu,” ketus Arlan. 

Terpisah, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengakui tak mengetahui nilai dan spesifikasi perlengkapan rumah tangga rujab. Meski demikian, ia menyebut memang sempat meminta pengadaan sejumlah keperluan perabot yang dinilai sudah tidak layak, seperti atap dan kasur. 

“Saya memang minta kasur, tapi untuk teknis harga dan spesifikasi saya tidak tahu. Dan saya rasa saya juga kalau ada kelebihan akan jadi silpa, dan saya tidak akan memanfaatkan fasilitas yang berlebihan,” tegas Sudriman. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya