PWI Pusat Rilis Sebanyak 10.061 Wartawan Dianggap Berkompeten

04 December 2018 20:01
PWI Pusat Rilis Sebanyak 10.061 Wartawan Dianggap Berkompeten

POSMAKASSAR.COM – Tim Penguji Kompetensi Wartawan dari PWI Pusat merilis sebanyak 10.061 Wartawan kini dianggap berkompeten setelah melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Hal itu diungkapkan Koordinator UKW Sulsel, Djoko Tetuko, dalam penutupan Uji Kompetensi Wartawan 2018 di Makassar, Selasa (04/12/2018).

“Terakhir sudah ada 10.030 wartawan yang dianggap kompeten setelah melalui UKW. Dan hasil UKW hari ini bertambah lagi 31 orang yang lulus, jadi total ada 10.061 wartawan berkompen secara nasional,” ungkap Djoko.

Djoko berharap kepada seluruh wartawan yang telah lulus UKW agar ke depannya betul-betul profesional, terutama penyajian beritanya harus menjunjung tinggi etika jurnalistik.

“Saya harap kepada kalian semua yang sudah lulus agar memperlihatkan kualitas pemberitaan yang terbaik kepada publik. Minimal kalian harus lebih hebat dari saya, dan saya pasti bangga juga,” harap dia.

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan selama dua hari, yakni tanggal 3-4 Desember 2018 di Hotel Swisbell Inn Makassar, dibagi dalam tiga kelas, yakni muda, madya, dan utama.

Diketahui, Dewan Pers segera mengumumkan secara nasional keputusan baru terkait profesionalisme wartawan. Salah satu keputusan itu, bahwa instansi, BUMN, BUMD dan perusahaan/kantor swasta bisa menolak kehadiran wartawan yang belum (tidak) lulus uji kompentensi.

“Nanti mulai 2019, kantor pemerintah, swasta, BUMN, BUMS, BUMD bisa menolak kehadiran wartawan yang tidak kompeten,” tegas anggota Dewan Pers, Hendry CH Bangun, belum lama ini.

Tidak hanya soal wartawan yang tidak kompeten, wartawan dari media yang tidak berbadan hukum dan tidak terverifikasi oleh Dewan Pers, juga bisa ditolak kehadirannya di kantor-kantor pemerintah/swasta.
Selain tuntutan profesionalisme, keputusan itu diambil juga maraknya pengaduan dan praktik-praktik negatif wartawan di lapangan. “Praktik jurnalistik negatif kian memprihatinkan, itu antara lain dasar Dewan Pers memberlakukan keputusan wartawan kompenten mulai 2019,” tambah Hendry. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya