Berkas Kasus Ketapang Kencana Segera Dilimpahkan ke Kejati

24 December 2018 22:54
Berkas Kasus Ketapang Kencana Segera Dilimpahkan ke Kejati

POSMAKASSAR.COM – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulsel telah merampungkan berkas perkara kasus dugaan korupsi pohon ketapang kencana yang melibatkan sejumlah tersangka di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Berkas tersebut dinyatakan lengkap atau P21, dan akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

Kanit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Abdul Muthalib mengatakan, saat ini pihaknya sementara melakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) guna menentukan waktu pelimpahan tersangka dan barang bukti.

“Sudah P21. Cuma belum dipastikan kapan pelimpahan tahap kedua karena mau dikooorinasikan jaksa dulu. Apalagi inikan libur beberapa hari,” bebernya kepada awak media, belum lama ini.

Saat ini penyidik tengah menunggu kesiapan kejaksaan untuk pelimpahan tahap kedua hingga akhir Desember atau awal Januari 2019 mendatang.

“Inikan libur empat hari jadi mau dikoordinasikan dulu apakah sebelum tahun baru atau setelah tahun baru. Semuanya kan butuh dikomunikasikan. Kita harus koordinasi kejaksaan lagi kapan siapnya karena kan ini sudah menjelang akhir tahun,” sambung Muthalib.

Terkait dengan penahanan tersangka masih akan dibicarakan lebih lanjut. “Untuk penahanan tersangka juga belum. Inikan baru Jumat kemarin P21-nya. Mungkin nanti hari Rabu kita bicarakan apakah ditahan atau tidak,” tambahnya.

Diketahui pada kasus dugaan korupsi ini, penyidik telah menetapkan empat tersangka, masing-masing mantan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Abd Gani Sirman, Kabid Pertamanan DLH, Budi Susilo, honorer Buyung Haris, dan pensiunan ASN, Abu Bakar Muhajji. 

Penyidik menemukan potensi kerugian negara hingga Rp1 miliar pada kegiatan pengadaan pohon ketapang tahun anggaran 2016 yang menggunakan APBD Makassar kurang lebih Rp 6,9 miliar. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya