Mutilasi Warga dan Tembaki Polisi, Kelompok MIT Dikejar Satgas Tinombala

01 January 2019 14:55
Mutilasi Warga dan Tembaki Polisi, Kelompok MIT Dikejar Satgas Tinombala

POSMAKASSAR.COM – Kelompok Mujahidin Indonesia Timur(MIT) muncul lagi dengan melakukan mutilasi terhadap warga dan menembaki polisi di Parigi Montong, Sulawesi Tengah. Satgas Tinombala kini diterjunkan untuk memburu kelompok yang dulu dipimpin Santoso itu.

“Iya betul, Satgas Timombala Polda. Yang dulu kan Satgas Timombala pusat,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Senin (31/12/2018) kemarin.

Dedi menjelaskan, Satgas Tinombala kini berbeda dengan Satgas Tinombala yang dulu juga memburu dan menewaskan pimpinan MIT, Santoso. Satgas Tinombala saat ini merupakan gabungan polisi dan TNI yang bertugas di Sulteng tanpa diperkuat personel dari Jakarta.

“Sekarang yang dari Jakarta TNI-Polri sudah ditarik, diganti sama TNI-Polri dari polda sama korem setempat. Itu yang terus melakukan penyekatan dan pengejaran,” ujarnya.

Dedi mengatakan satgas berfokus memburu kelompok teroris ini ke daerah Parigi Montong hingga Poso. Menurut Dedi, kedua daerah itu dianggap rawan.

Parigi Montong merupakan lokasi Ali Kalora cs memutilasi warga dan menembaki polisi. Sedangkan Poso adalah lokasi persembunyian kelompok tersebut sejak dipimpin Santoso.

“Itu yang dianggap cukup rawan. Masih pengejaran tim Satgas Tinombala daerah sudah melakukan pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora cs,” ujar Dedi.

Kelompok MIT pimpinan Ali Kalora ini sebelumnya memutilasi seorang penambang emas di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong. Kepala korban ditemukan terpisah dengan bagian tubuh lainnya pada Minggu (30/12/2018).

Potongan kepala korban berinisial A ini ditemukan warga sekitar pukul 11.00 Wita. Korban adalah pekerja tambang emas tradisional di desa tersebut.

Sehari kemudian, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara terkait mutilasi itu. Saat meninggalkan lokasi, polisi dari Polda Sulteng itu ditembaki dari arah gunung. Dua polisi tertembak, yaitu Bripka Andrew dan Bripda Baso.

“Kemarin mendatangi TKP dan melakukan evakuasi korban (pembunuhan disertai mutilasi). Pas pulang tadi pagi diserang kelompok tersebut. Dua anggota itu terkena tembak, tapi selamat,” ujar Dedi. (DCC).

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya