Tim Cyber Polda Sulsel Ungkap Kasus Penipuan Tiket Pesawat Murah

16 January 2019 13:32
Tim Cyber Polda Sulsel Ungkap Kasus Penipuan Tiket Pesawat Murah

POSMAKASSAR.COM – Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sulsel berhasil mengungkap kasus penipuan online dengan modus kejahatan penjualan tiket pesawat murah.

Pengungkapan kasus ini berawal ketika korban berinisial NA ditawarkan oleh pelaku pria berinisial RR (18) dengan harga tiket pesawat yang lebih murah dari harga aslinya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, saat melakukan konferensi pers di Ruang Krimus Polda Sulsel, mengungkapkan bahwa korban dan pelaku awalnya bertemu dan komunikasi melalui Facebook. Pelaku kemudian menawarkan kepada korban harga tiket yang lebih murah dari agen travel Traveloka.

“Tertarik, korban pun mentransfer uang kepada pelaku untuk 10 tiket dengan rute Makassar-Batam pergi pulang (PP). Pada saat dilakukan pembayaran dengan proses transfer, pelaku lalu mengirimkan kode booking”, tutur Kombes Pol Dicky.

Namun saat akan digunakan, lanjutnya, hanya enam kode booking tiket yang bisa berangkat, empat kode booking tiket lainnya ditolak maskapai dengan alasan tiket ditolak oleh sistem karena belum dilakukan pembayaran.

“Dengan alasan itu, korban merasa ditipu dan sangat dirugikan karena harus mengganti kerugian dari pembelian tiket tersebut,” jelas Kombes Pol Dicky, Selasa (15/01/2019).

Tim Cyber Polda Sulsel yang dipimpin Kasubdit 5 AKBP Musa Tampubolon melakukan penangkapan terhadap pelaku RR (18) pada Rabu (20/12) di daerah Jakarta Utara. Pelaku merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Makassar. Dia mendapatkan modal usaha dengan membobol kartu kredit milik orang lain. Uang itu digunakan untuk membeli tiket untuk dijual kembali kepada orang lain.

Kini tersangka mendekam di Mapolda Sulsel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terancam Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 36 Jo. Pasal 51 ayat (2) ayat UU.RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU.RI No.11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik dengan Ancaman Pidana paling lama 12 Tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 12.000.000.000,00.

Terpisah, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan anggotanya mengungkap kasus yang sangat meresahkan tersebut, “Ini bentuk keseriusan Polda Sulsel dalam menangani kasus penipuan yang menggunakan IT. Mari hindari Jeratan UU ITE karena ancaman hukumannya sangat berat”, pungkas Irjen Pol Drs. Umar Septono. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya