Sidang Perdana Begal Potong Tangan, Terdakwa Utama Terancam Hukuman Mati

19 February 2019 18:32
Sidang Perdana Begal Potong Tangan, Terdakwa Utama Terancam Hukuman Mati

POSMAKASSAR.COM – Sidang perdana kasus begal potong tangan mahasiswa mulai digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (19/2/2019), dengan menghadirkan empat terdakwa kasus dugaan tindak pidana kekerasan tersebut.

Keempat terdakwa ini adalah Firman alias Emmang (22), Aco Alias Pengkong (21), Fatullah alias Ullah (18) dan Imran alias Imran (37).

Keempat terdakwa tersebut, Firman dan Aco diketahui adalah pelaku utama. Sementara Imran adalah penadah hasil curian dan Fatullah adalah pemilik kendaraan.

Para terdakwa ini tiba di Pengadilan Negeri Makassar, sekitar pukul 14.00 Wita dan langsung masuk di ruangan sidang Mudjono untuk menjalani persidangan.

Para terdakwa terlihat memakai rompi tahanan warna merah dan mendapat pengawalan ketat dari petugas Kepolisian dan Kejaksaan.

Selama di ruangan tunggu sidang, terdakwa terlihat lebih banyak menunduk. Wajah mereka menegang saat akan mendengarkan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Adapun korban dalam perkara ini adalah Imran (19), mahasiswa Teknik asal Enrekang.

Tangan Imran terputus setelah ditebas para pelaku dengan menggunakan parang di jalan Datuk Ribandang II, Kecamatan Tallo, pada Senin (23/11/2018).

Pada saat kejadian, Korban menggunakan motor matik Yamaha Mio Soul hitam DD 4215 OV. Korban waktu itu lagi sementara menelepon keluarganya.

Tiba-tiba dari belakang korban, pelaku yang juga mengendarai sepeda motor berboncengan memakai motor matik Honda Beat putih memepet korban.

Pengakuan korban, dua pelaku sempat minta handphonenya, tapi karena korban tidak mau, pelaku itu langsung memukul korbannya dari belakang.

Tidak sampai di situ, korban Imran yang merasa terancam langsung tinggalkan motornya dan lari menyelamatkan diri. Tapi pelaku langsung menebas tangannya.

Saat membacakan dakwaannya terhadap masing-masing terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Adrian Saputra dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Bambang Nurcahyono mengatakan, bahwa kedua terdakwa utama yakni, Aco alias Pengkong bersama Firman alias Emmang melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban mengalami luka cacat seumur hidup.

Menurut jaksa, bahwa kedua terdakwa utama masing-masing dijerat dengan pasal 365 KUHP ayat 2 dan 4. Sedangkan dua terdakwa lainnya yakni, Fatahulla alias Ulla dan Irman dijerat dengan pasal 480 KUHP.

“Kedua terdakwa utama diancam hukuman paling rendah 20 tahun dan maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” ungkap Adrian.

Selanjutnya, majelis hakim menunda persidangan dan akan kembali digelar pada hari Selasa (26/2/2019) pekan depan. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya