Para Camat di Makassar Dukung Paslon Dilapor ke Bawaslu, Danny Siap Membela

21 February 2019 14:45
Para Camat di Makassar Dukung Paslon Dilapor ke Bawaslu, Danny Siap Membela

POSMAKASSAR.COM – Warga Kota Makassar dihebohkan dengan beredarnya video Camat se-kota Makassar yang diduga menyatakan dukungan pada Paslon Capres dan Cawapres Nomor urut 1 (Jokowi-Ma’ruf Amin).

Video tersebut viral beredar di medsos, khususnya di group-group whatsapp, Kamis (21/2/2019) pagi.

Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik itu, seluruh Camat se-Kota Makassar berkumpul bersama mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Satu per satu camat dengan lantang menyerukan dukungannya.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…saya Syahrul Yasin Limpo berserta Camat se-kota Makassar. Kami semua bersumpah dan bersikap menyatakan mendukung calon presiden nomor satu Joko Widodo-Ma’ruf Amin satu periode lagi mari sama-sama berjuang untuk Jokowi-Ma’ruf Amin,” demikian penyampaian Syahrul dalam video tersebut.

Beberapa camat yang dikonfirmasi, diantaranya camat Biringkanaya, Camat Kepulauan Sangkarrang, Camat Makassar, Camat Mariso, dan Cammat Tamalate. Namun mereka bungkam, tak ada yang mau memberikan tanggapan terkait video tersebut.

Sementara itu, DPD Gerindra Sulsel dikabarkan telah melaporkan 15 camat tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Jalan AP Pettarani, Kamis (21/2/2019). Video tersebut dianggap melanggar UU Pemilu sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel, Edy Arsyam yang melaporkan mengaku, sangat menyesalkan atas tindakan yang dilakukan para Camat di Kota Makassar, secara terang-terangan mendukung salah satu kandidat di Pilpres 2019.

Hal itu tertuang, berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

“Itu sangat memngganggu menurut saya, karena mereka abdi negara yang seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat dalam hal berpolitik yang sebenarnya,” ujar Edy.

Menurutnya, aktivitas seorang ASN yang terlibat dalam politik praktis, sudah pasti melanggar peraturan yang ada. Bahkan, pihaknya akan mengusut tuntas

Sedangkan Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto yang menanggapi kasus tersebut, menyatakan bila hal itu adalah hak pribadi setiap Camat.

“Itu hak pribadi para camat, dan bukan dengan saya,” ujar Danny kepada awak media, di Ruang Sipakatau, Balaikota Makassar, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, dalam video tersebut, 15 Camat se-Kota Makassar terlihat mengacungkan jari tangan membentuk simbol angka satu. “Dia cuman bilang saya camat ini, coba kita lihat baik-baik, saya camat ini. Dia tidak berikan dukungan. Tapi Pak Syahrul yang punya dukungan bukan camat,” kata Danny lagi.

Danny lebih jauh mengatakan bila hal tersebut adalah wajar, sebab menurutnya aspirasi pribadi seseorang juga dilindungi oleh Undang-Undang Dasar.

Meski dituding mendukung salah satu paslon, Danny menegaskan akan membela secara pribadi para camat tersebut, karena menurutnya seluruh Camat di Makassar adalah pemimpin yang hebat.

“Tidak apa-apa, saya pasti akan bela saya punya camat, saya punya camat bagus kok, kita akan buat pendampingan, secara pribadi saya akan bantu,” tukasnya.

Danny kembali menegaskan dalam kontestasi Pemilu Serentak 2019, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus netral. Dan para ASN mempunyai hak pribadi setiap Sabtu dan Minggu. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya