Sidang Lanjutan Begal Potong Tangan, Terdakwa Dituntut Hukuman 17 Tahun Penjara

12 March 2019 16:55
Sidang Lanjutan Begal Potong Tangan, Terdakwa Dituntut Hukuman 17 Tahun Penjara

POSMAKASSAR.COM – Dua pelaku begal potong tangan, Firman alias Emmang (22) dan Aco Alias Pengkong (21) kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (12/03/2019).

Dalam lanjutan kasus ini, kedua terdakwa menghadapi sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan kedua terdakwa begal potong tangan ini bersalah, yakni Firman alias Emmang (22) dan Aco Alias Pengkong (21).

Keduanya dituntut 17 tahun penjara dan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap dalam tahanan.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pengambilan barang yang disertai dengan kekerasan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Aco alias Pengkong dan terdakwa II Firman dengan pidana penjara selama 17 tahun,” kata JPU, Adrian Saputra dihadapan majelis hakim yang diketuai Bambang Nurcahyono.

JPU menuntut kedua terdakwa 17 tahun dengan beberapa pertimbangan. Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

Perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis yang mengakibatkan korban Imran, salah satu mahasiswa Enrekang cacat seumur hidup karena pada pergelangan tangan kiri terputus.

Salah satu terdakwa juga merupakan residivis karena pernah terlibat dalam kasus yang sama. Sementara terdakwa dua pernah dihukum dalam kasus penganiayaan.

Sedangkan yang meringankan terdakwa, kata JPU, keduanya bersikap sopan selama persidangan.

Seperti diketahui, Firman dan Aco melakukan aksi begal dengan cara menebas tangan korban Imran hingga putus, tepatnya di jalan Datuk Ribandang II, Kecamatan Tallo, pada Senin (23/11/2018) lalu.

Pada saat kejadian, kala itu Korban menggunakan motor matik Yamaha Mio Soul hitam DD 4215 OV. Korban waktu itu lagi sementara menelepon keluarganya.

Tiba-tiba dari belakang korban, pelaku yang juga mengendarai sepeda motor berboncengan memakai motor matik Honda Beat putih memepet korban.

Pengakuan korban, dua pelaku sempat minta handphonenya, tapi karena korban tidak mau, pelaku itu langsung memukul korbannya dari belakang.

Tidak sampai di situ, korban Imran yang merasa terancam langsung tinggalkan motornya dan lari menyelamatkan diri. Tapi pelaku langsung menebas tangannya.

Akibat kejadian tersebut, korban yang merupakan mahasiswa ATIM Makassar ini terpaksa harus kehilangan telapak tangannya karena menangkis tebasan senjata tajam pelaku saat ingin meminta handphonenya.

Dalam perkara ini, tidak hanya mendudukkan dua terdakwa, Fatullah alias Ullah (18) dan Imran alias Imran (37) juga dinyatakan terlibat dan disebut sebagai terdakwa.

Dari empat terdakwa itu, Firman dan Aco adalah pelaku utama. Sementara Irman adalah penadah hasil curian dan Fatullah adalah pemilik parang yang digunakan pelaku.

Dari pengakuan kedua pelaku, barang curian berupa handphone itu dijual kepada terdakwa Irman seharga Rp 900 ribu. Hasilnya lalu dibagi tiga.

Aco mendapatkan Rp 550 ribu, sementara Fatullah dapat Rp 100 ribu dan Firman Rp 250 ribu. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya