Buron 2 Tahun, ‘Raja’ Curanmor Dibekuk Polisi

18 March 2019 16:58
Buron 2 Tahun, ‘Raja’ Curanmor Dibekuk Polisi

POSMAKASSAR.COM – Tim Pegasus Polres Jeneponto bersama Resmob Polda Sulsel membekuk pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) lintas kabupaten di Sulsel.

Setelah tim melakukan pengintaian, Hariadi alias Babe (25), warga Kampung Sapiri, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto ini ditangkap di Jalan Sudirman, Desa Aliri Tengngae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes (Pol) Dicky Sondani, memaparkan, Hariadi diduga telah melakukan pencurian kendaraan bermotor sebanyak 42 unit sejak tahun 2017. Sejak itu pula, Hariadi dijadikan sebagai DPO oleh Polres Jeneponto.

“Dari Hasil Introgasi, Pelaku menjelaskan bahwa salah satu curiannya dijual ke Eko di Jembatan Merah Kota Makassar, sehingga Anggota Resmob Polda sulsel bersama Resmob polres Jeneponto melakukan pengembangan pencarian,” kata Dicky Sondani, Senin (18/3/2019).

Di sana, petugas mendapat Eko. Namun, barang bukti sepeda motor diduga telah ia jual kembali kepada Andri, warga Antang Kota Makassar. Tak butuh waktu lama, Andri pun akhirnya diringkus bersama barang bukti yang dicari.

Dalam melakukan aksinya, kata Dicky, Hariadi tidak sendiri. Berdasarkan keterangannya, ia melakukan pencurian Ranmor bersama lima rekannya.

“Kelima rekannya itu, Alex, Tri, Sopyan, Aco dan Fai, saat ini sudah ditetapkan jadi DPO,” ungkap Dicky.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Jeneponto guna menanti tahap proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul secara terpisah mengatakan, dari hasil penyelidikan dan informasi yang didapatkan, Hariadi awalnya diketahui bersembunyi di Maros.

“Saat melihat pelaku berada di pinggir jalan, petugas menghentikan kendaraan dan bergerak cepat menangkap pelaku,” kata Syahrul.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui melakukan pencurian sepeda motor di Rumah Sakit Lanto Dg Pasewang pada Jumat 7 Juli 2017.

Usai diperiksa di Makassar, lanjut Syahrul, pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Jeneponto. Namun dalam perjalanan, Hariadi berusaha kabur.

“Setelah dilakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan, yang bersangkutan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas,” bebernya.

Menurut Syahrul, ‘raja’ curanmor ini sudah melancarkan aksinya sebanyak 42 kali, dan khusus di Kota Makassar diakui telah melakukan curanmor sebanyak 25 kali. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya