Tersangka Kasus Pembebasan Lahan Underpass, Segera Diadili

19 March 2019 02:13
Tersangka Kasus Pembebasan Lahan Underpass, Segera Diadili

POSMAKASSAR.COM –  Setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) oleh penyidik Kejaksaan Bidang Pidana Khusus Kejati Sulselbar, mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pertanahan Pemerintah Kota Makassar, Ahmad Rifai akan segera diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Kasus dugaan korupsi pembebasan lahan proyek pembangunan jalan simpang lima underpass Makassar-Mandai yang menelan anggaran Rp10 miliar ini, mendudukkan Ahmad Rifai sebagai salah satu dari dua tersangka.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Makassar, Ivan Nusu, Senin (18/3/2019) kepada awak media memaparkan, Ahmad Rifai ditetapkan sebagai tersangka karena menerima fee Rp 200 juta dari tersangka lainnya, yakni Rosdiana Hadris.

“Perlimpahan tahap dua tersangka sudah kami terima dari penyidik sejak minggu lalu,” katanya.

Sementara Rosdiana, paparnya, bertindak seolah olah sebagai kuasa penerima ganti rugi padahal bukan sebagai pemilik lahan. Sehingga terjadi indikasi salah bayar nilainya ditaksir mencapai Rp 3,42 miliar.

Pada saat itu, ungkap Ivan Nusu, Ahmad Rifai bertindak sebagai Sekretaris Tim Pengadaan Lahan, sekaligus berperan sebagai teknis di lapangan dalam proses pendataan, penelitian, administrasi musyawarah ganti rugi, pemberian atau pembayaran ganti rugi dan melaporkan hasil pelaksaannya kepada instansi yang memerlukannya.

“Tersangka juga memasukan satu sertifikat hak milik ke dalam daftar nominatif, penerimaan ganti rugi, padahal yang dimaksudkan dalam lahan SHM, tidak termasuk dalam area yang dibebaskan,” jelasnya.

Diketahui, uang  yang diterima tersangka  merupakan fee hasil penjualan tanah  yang salah bayar dalam proyek pembebasan lahan pembangunan jalan simpang lima Underpass Mandai-Maros tersebut.

Sedangkan anggaran yang digunakan, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Jalan Metropolitan Makassar (BJMM) sebesar Rp10 miliar.

Menurut Ivan dalam perkara ini, Kejaksaan tinggal menunggu pelimpahan berkasnya ke Pengadilan. Berkas dakwaannya juga telah rampung dan disusun oleh JPU.

Sementara tersangka Rosdiana, diketahui kini masih dalam status buronan Kejaksaan.

Rosdiana menjadi buronan Kejaksaan sejak lima bulan lalu, pasca ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan tersangka Ahmad Rifai, pada November 2018. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya