Sidang Lanjutan Begal Potong Tangan, Dua Terdakwa Minta Dibebaskan

20 March 2019 01:39
Sidang Lanjutan Begal Potong Tangan, Dua Terdakwa Minta Dibebaskan

POSMAKASSAR.COM – Pembacaan nota pledoi atau pembelaan yang dibacakan kuasa hukum dua pelaku begal potong tangan, Firman alias Emmang (22) dan Aco Alias Pengkong (21) pada sidang lanjutan, Selasa (19/3/2019), meminta majelis hakim agar membebaskan merekai dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Melalui kuasa hukumnya, keduanya minta kepada hakim Pengadilan Negeri Makassar untuk memutuskan tidak bersalah pada mereka. 

“Kami dari penasehat hukum terdakwa satu dan dua tidak sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum atas pertanggungjawaban hukuman yang dibebankan kepada terdakwa selama 17 tahun penjara,” kata Kuasa Hukum terdakwa, Rachmat Sanjaya.

Menurut Rachmat, jika dibandingkan dengan pasal 338 KUHP yang berbunyi dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, ancaman hukumanya itu hanya 15 tahun.

Rachmat menganggap pasal yang dituntutkan kedua klienya, yakni 365 ayat empat dengan tuntutan 17 tahun, JPU tidak menerapkan asas keadilan.

Olehnya itu, dalam pledoi yang disampaikan, dia memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili, agar dapat mempertimbangkan dan memutus sesuai dengan perundang undangan yang berlaku dan rasa keadilan.

“Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam pasal 365 ayat 4 dan membebaskan terdakwa dari tuntutan tersebut,” harapnya.

Namun Rachmat menyatakan terdakwa hanya terbukti pada pasal 2 ke 1, pasal 2 ke 4. “Bilamana hakim punya pertimbangan lain, mohon putusan yang seadil adilnya,” sebutnya.

Dalam persidangan tersebut, korban Imran terlihat turut dihadir bersama puluhan mahasiswa rekan kampusnya.

Kepada awak media, Imran justru meminta tuntutan JPU kepada terdakwa dengan tuntutan 17 tahun penjara itu, dinilai terlalu ringan dan tidak sesuai dengan perbuatanya.

Tangan kiri Imran putus ditebas para pelaku menggunakan parang saat mencoba merampas handphonenya beberapa bulan lalu.

“Sudah seharusnya mereka dihukuman mati,” kata Imran. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya