Kasus Penikaman Ibu dan Anak Dipicu Sengketa Tanah Warisan

27 March 2019 03:06
Kasus Penikaman Ibu dan Anak Dipicu Sengketa Tanah Warisan

POSMAKASSAR.COM – Kasus penikaman seorang ibu dan anaknya yang berbuntut pembakaran rumah pelaku oleh keluarga korban di RW 9 Timbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Selasa (26/3/2019) sore kemarin, ternyata dipicu soal sengketa tanah warisan.

Persoalan sengketa tanah warisan tersebut melibatkan perempuan Mariana Daeng Tacu dan sepupu perempuannya, Niba Daeng Lino.

Dari sengketa itu, hubungan keduanya pun mulai renggang hingga akhirnya terlibat cekcok.

Cekcok keduanya pun memuncak, Selasa (26/3/2019), saat Daeng Tacu mencari ayamnya yang memasuki pekarangan Daeng Lino.

Daeng Lino yang tidak terima pekarangannya dimasuki Daeng Tacu, akhirnya terlibat adu mulut.

Saat keduanya adu mulut, anak Daeng Lino, Jumalang muncul ke lokasi dan naik pitam hingga langsung mencabut senjata tajam jenis badik di pinggangnya.

Badik tersebut kemudian diarahkan Jumalang ke perut Daeng Tacu, yang tak lain tante dari ibunya sendiri.

Seketika itu pun Daeng Tacu tergeletak usai mengalami luka tikaman pada perut hingga ususnya terburai hingga akhirnya dikabarkan tewas.

Melihat ibunya ditikam, anak Daeng Tacu, Adrian pun datang menghampiri untuk memberikan pertolongan.

Namun nahas, Adrian, sang anak ikut ditikam badik yang telah dihunus Jumalang.

Akibatnya sang anak pun mengalami luka tikaman pada bagian dada hingga dilarikan ke RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar.

“Latar belakangnya, ini sebenarnya persoalan lama dan ini masih dalam satu keluarga,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ari Wibowo.

“Persoalannya adalah masalah warisan dan sudah sampai di tingkat Mahkamah Agung,” lanjut Dwi Ari Wibowo.

Jadi perselisihan keduanya, menurut Kombes Dwi Ari Wibowo, memuncak saat Daeng Tacu hendak mencari ayamnya yang memasuki pekarangan Daeng Lino.

Akibat penikaman itu, keluarga korban pun naik pitam dan melakukan aksi pembakaran rumah milik Jumalang.

“Terkait rumah yang terbakar itu rumah pelaku. Itu spontanitas lah karena kan warga di sina kan hampir seluruhnya keluarga besar,” jelas Dwi Ariwibowo.

Akibat kebakaran itu, api juga merembes ke rumah kepala RT setempat, Daeng Liwang, yang juga ipar dari Jumalang.

Selain itu, mobil milik Daeng Liwang juga ikut hangus terbakar.

Berselang beberapa saat usai peristiwa kebakaran terjadi, polisi kemudian berpencar menyusuri pematang sawah warga untuk mencari pelaku, Jumalang.

Tidak berselang lama melakukan pencarian, akhirnya Jumalang berhasil ditangkap.

Ia bersembunyi di tepi sungai Kampung Kaccia sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.

Jumalang yang ditangkap, pun lansung digiring ke Polrestabes Makassar untuk mengantisipasi amukan keluarga korban yang berpencar mencari pelaku.

Personel Satreskrim Polrestabes Makassar berhasil meringkus Jumalang, terduga pelaku penikaman, Selasa (26/3/2019) sore.

Jumalang diringkus di Kampung Kaccia, sekitar satu kilometer dari tempat kejadian perkaran (TKP) penikaman Kampung Timbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Penangkapan Jumalang berlangsung dramatis lantaran polisi melakukan penyisiran di areal persawahan warga hingga menyisir hutan sungai di sekitar kampung itu.

Dari penyisiran itu, aparat kepolisian pun membuahkan hasil. Meski sempat diwarnai kejar-kejaran dengan pelaku.

Jumalang berhasil ditangkap di tepi sungai sekitar satu kilometer dari TKP penikaman.

Jumalang yang dalam kondisi basah, sigap dilarikan polisi ke Polrestabes Makassar, dengan mengendarai motor.

Usai mengamankan pelaku, polisi mengevakuasi keluarga jumalang di sekitar lokasi penikaman, RW 9 Timbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan
Tamalate, Makassar.

Evakuasi keluarga pelaku juga berlangsung dramatis. Karena keluarga korban tak terima dengan aksi pembunuhan yang dilakukan Jumalang.

Polisi melakukan evakuasi keluarga Jumalang dengan menggunakan kendaraan taktis lapis baja (rantis) milik Satuan Sabhara Polrestabes Makassar.

Saat keluarga pelaku hendak dibawa naik ke mobil rantis, salah seorang keluarga korban sempat menyelinap dan melemparkan helem ke arah keluarga pelaku yang dievakuasi.

Evakuasi terpaksa dilakukan polisi untuk menghindari aksi balas dendam dari pihak keluarga korban. (TTC/Rls)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya