Modus Gandakan Uang, Seorang Nenek Diamankan Polisi

28 March 2019 22:00
Modus Gandakan Uang, Seorang Nenek Diamankan Polisi

POSMAKASSAR.COM – Seorang nenek terduga pelaku penipuan dan penggelepan, Hj Tampang (61), diamankan aparat di Mapolsek Bontoala, Makassar, Kamis (28/3/2019).

Wanita kelahiran Kabupaten Sinjai ini, diamankan tim penyidik Polsek Bontoala karena terlibat dalam kasus penipuan dengan modus menggandakan uang korbannya.

Kapolsek Bontoala Kompol H. Saharuddin,
saat rilis kasus nenek Tampang di Mapolsek mengatakan, penangkapan Hj Tampang oleh tim Polsek Bontoala dilakukan di sebuah kos-kosan di Jakarta, Selasa (26/3/2019) lalu.

“Yang bersangkutan ini kami amankan di Jakarta, tepatnya di kampung rambutan,” kata Kompol Saharuddin.

Menurutnya, Hj Tampang berurusan dengan polisi karena dilaporkan empat orang korbannya, dari Kota Bekasi, Jakarta, Nunukan dan juga dari Kota Makassar.

Dalam aksinya, yaitu dari tahun 2017, kata Kompol Saharuddin, tersangka sudah melancarkan penipuan dan penggelapan berkedok janji penggandaan uang kepada empat orang korban.

“Jadi tersangka ini selama melancarkan aksinya, dia menjanjikan korban atas uang yang disetor akan digandakan lagi lebih besar, bahkan tiga kali lipat,” ungkapnya.

Dari empat korban berbagai daerah ini, macam-macam setorannya ke Hj Tampang. Mulai dari Rp 100 juta, hingga Rp 500 juta rupiah.

Akibatnya, tambah Kapolsek Saharuddin, total kerugian Rp 1,2 Milyar yang dialami para korban setelah mendapat iming-iming dari pelaku untuk menggandakan uang itu.

“Kasusnya mirip dengan kasus Kanjeng Dimas. Tersangka ini iming-iming bisa menggandakan uang korbannya dari Jakarta, Bekasi, Nunukan dan Makassar kalau menyetor uang secara bertahap,” ungkap Saharuddin, Kamis (28/3/2019).

Seperti salah satu korban dari Nunukan, nekat menggadaikan dua sertifikat tanah di perusahaan Pembiayaan untuk mendapat uang pinjaman Rp 500 juta untuk digandakan.

“Korban dari nunukan kerugiannya Rp 500 juta, kalau korban dari Bekasi, Jakarta dan Makassar kerugiannya itu Rp 100 sampai Rp 200 juta, semua sudah melapor,” tambahnya.

Tim penyidik Polsek Bontoala menduga, nenek Tampang tidak bekerja sendiri, diduga ada orang lain yang menyuruh untuk melakukan aksi tersebut.

“Kami menduga ada orang lain, kalau mau dikata seperti sindikat, ini yang masih kami dalami, begitulah orangtua, pengakuannya berbelit-belit,” papar Saharuddin. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya