Setelah Jabatan Berakhir, Danny Tetap Ingin Abdikan Diri untuk Makassar

28 March 2019 08:38
Setelah Jabatan Berakhir, Danny Tetap Ingin Abdikan Diri untuk Makassar

POSMAKASSAR.COM – Setelah masa jabatannya berakhir pada 9 Mei 2019 mendatang, Walikota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyatakan dirinya tetap ingin mengabdi untuk Kota Makassar, meski ia tak lagi menjabat Walikota.

“Pasti kalau diminta saya tetap membantu Kota Makassar dengan fikiran-fikiran saya,” kata Danny, Rabu (27/3/2019).

Terlebih saat menghadiri Musrenbang tingkat Kota Makassar beberapa waktu lalu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyebut bila Kota Makassar masih membutuhkan fikiran Danny Pomanto.

Danny menambahkan, setelah menanggalkan kursi Walikota, bukan berarti akan beristahat penuh. Profesi lamanya sebagai konsultan tata kota akan kembali dilakoni setelah kursi Walikota
Makassar ia tanggalkan.

“Dulu saya jadi konsultan kota ini, kemudian jadi Walikota. kalau kembali jadi konsultan kota, saya tentunya selalu siap untuk membantu Makassar,” ucap Danny. 

Terkait penjabat (Pj) Walikota yang akan mengisi kekosongan jabatan struktural Kota Makassar nantinya, Danny pun menitip pesan agar Pj tersebut bisa taat pada kaidah Pemerintahan.

“Harus taat. Kenapa saya bilang Pj ini sangat pentig sekali, karena mereka harus ikut dengan kaidah-kaidah itu,”ungkap Danny.

Danny mengatakan jika sistem adalah hal yang paling mendasar dari segala upaya untuk terus memajukan Kota Makassar.

”Jadi yang saya ingin lanjutkan kepada penerus saya adalah sistem bukan orang. Orang itu bagian dari sistem kemudian, inovasi itu bagian dari sistem, kemudian prosedur itu juga bagian dari sistem, jadi kita serahkan itu semua,” katanya.

Danny berharap kepada orang yang akan menggantikannya kelak, mampu menjalankan sistem dengan baik dan tidak merusaknya. 
 
“Biarkan sistim ini yang bekerja, saya kira begitu,” harapnya.

Mengingat kota Makassar yang terus maju terutama dalam hal pembangunan dan penataan kota, Danny menitip tiga pesan kepada pejabat penggantinya kelak.

“Yang pertama adalah jangan pernah berfikir tanpa saya Makassar tidak akan maju, harus lebih maju. Kedua harus mengandalkan sistim dan kekompakan, dan ketiga hati-hati dengan politik karena politik itu destruktif karena memecah belah kita. Kita bisa liat bagaimana pemecahan politik induktif merusak bangsa ini terutama dalam hoax,” tutupnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya