Undang 32 Jurnalis ke Sorowako, Warga Nilai PT Vale Pencitraan

29 March 2019 17:49
Undang 32 Jurnalis ke Sorowako, Warga Nilai PT Vale Pencitraan

POSMAKASSAR.COM – PT Vale Indonesia Tbk (PT VI) di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur yang merupakan salah satu perusahaan tambang nikel terbesar di dunia yang mengelola kekayaan bumi Sulawesi Selatan, saat ini mengundang 32 jurnalis nasional dan lokal datang berkunjung ke wilayah kerjanya selama 4 (empat) hari, 27-31 Maret 2019.

Keterangan yang dihimpun media ini, Kamis (28/03/2019) menyebutkan, 32 jurnalis yang diundang berasal dari Jakarta, Palu, Makassar dan Luwu Raya. Selama kunjungan, pihak PT VI sudah menyiapkan agenda kegiatan, antara lain berkunjung ke lokasi penambangan dan melihat langsung proses pengolahan nikel.

Selain itu, para jurnalis akan dibawa mengunjungi areal persawahan Padi Sri yang merupakan program Condev PT VI di Kecamatan Wasponda, Kabupaten Luwu Timur, serta mengikuti tour ke obyek wisata hingga acara makan durian yang lagi musim sekarang ini.

Staf External Relation PT VI, Shianto mengemukakan, pihaknya melaksanakan kegiatan Media Visit ini, tujuannya selain untuk memberikan transparansi tentang bagaimana proses pengolahan tambang nikel di Sorowako, tentunya yang terpenting adalah membangun hubungan silaturrahim dengan berbagai media nasional maupun lokal.

Sementara itu, perihal kegiatan yang dilakukan PT VI dengan mengundang 32 jurnalis ini, mendapat sorotan dan tanggapan negatif dari berbagai kalangan masyarakat yang umumnya menilai jika program tersebut hanya untuk pencitraan perusahaan saja.

Seorang tokoh masyarakat Desa Baruga, Kecamatan Malili, Sangkala mengatakan, boleh saja manajemen PT VI mengundang wartawan atau jurnalis dari mana saja, yang terpenting bisa berlaku adil dan jujur, karena banyak persoalan melibatkan PT VI dengan masyarakat yang belum terselesaikan.

“Terutama menyangkut lahan pertanian maupun lahan tanah milik masyarakat yang dikuasai PT VI dan sampai saat ini belum juga terselesaikan. Saya khawatir ini menjadi bentuk gratifikasi PT VI kepada wartawan, kalau bisa dikatakan demikian,” ujar Sangkala bersemangat.

Tanggapan miring lainnya datang dari Sahruddin, tokoh pemuda di Desa Laskan, Kecamatan Malili, yang mengatakan bahwa tidak jelas tujuan PT VI mengundang 32 jurnalis nasional dan lokal itu. Bahkan ia menilai apa yang dilakukan pihak PT VI hanya semata-mata untuk pencitraan perusahaan saja.

“Jika PT VI ingin bersikap obyektif, harusnya pertemukan para jurnalis itu dengan masyarakat disini. Saya yakin mereka akan mendapatkan banyak informasi yang obyektif dan harap diliput pula persoalan lahan masyarakat yang tak pernah dituntaskan oleh PT VI. Tetapi mari kita berpikir positif dulu dan kita lihat serta tunggu hasil dari kunjungan para jurnalis tersebut,” tegas Sahruddin. (*/SRM)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya