Pelaku Utama Begal Potong Tangan Divonis 18 Tahun Penjara

02 April 2019 17:21
Pelaku Utama Begal Potong Tangan Divonis 18 Tahun Penjara

POSMAKASSAR.COM – Aco alias Pengkong dan terdakwa Firman alias Emmang, dua terdakwa begal potong tangan mahasiswa di Makassar, Sulsel, divonis 18 tahun penjara.

Keduanya divonis karena terbukti melakukan pencurian dan kekerasan terhadap korban, dalam sidang vonis digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan Kartini, Selasa (2/4/2019).

“Menyatakan terdakwa Aco alias Pengkong dan terdakwa kedua Firman alias Emmang telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakuan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat yang dilakukan secara bersama-sama,” kata Ketua Majelis Hakim, Bambang Nurcahyo saat membacakan putusannya.

Bambang menyebut keduanya melanggar pasal 365 ayat 4 KUHP. 

“Menjatuhkan pidana penjara kepada Aco alias Pengkong dan terdakwa kedua Firman alias Emmang 18 tahun penjara dipotong masa tahanan,” lanjut Bambang.

Hakim juga memerintahkan agar barang bukti berupa handphone milik korban, Imran (19) (19), mahasiswa perguruan tinggi swasta di Makassar itu dikembalikan. Namun kendaraan roda dua milik terdakwa disita negara.

“Memerintahkan para untuk keduanya untuk tetap berada dalam masa tahahan,” kata dia.

Kedua terdakwa yang mendengar putusan hakim itu hanya terdiam. Mereka diberi kesempatan untuk melakukan banding jika tidak terima dengan putusan hakim.

Diketahui, putusan ini jauh lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum pada sidang sebelumnya. Dalam persidangan sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman 17 tahun penjara.

Jaksa Adrian Dwi Saputra dalam tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti mengambil barang berharga korban bernama Imran (19), mahasiswa perguruan tinggi swasta di Makassar pada November 2018.

Kasus ini sempat menyita perhatian publik lantaran sadisnya cara pelaku menyerang korban. Kejadian nahas ini terjadi saat begal menyerang dirinya terjadi sekitar pukul 23.00 Wita, Senin malam (23/11/2018) lalu.

Seperti diketahui, Firman dan Aco melakukan aksi begal dengan cara menebas tangan korban Imran hingga putus, tepatnya di jalan Datuk Ribandang II, Kecamatan Tallo.

Pada saat kejadian, kala itu Korban menggunakan motor matik Yamaha Mio Soul hitam DD 4215 OV. Korban waktu itu lagi sementara menelepon keluarganya.

Tiba-tiba dari belakang korban, pelaku yang juga mengendarai sepeda motor berboncengan memakai motor matik Honda Beat putih memepet korban.

Pengakuan korban, dua pelaku sempat minta handphonenya, tapi karena korban tidak mau, pelaku itu langsung memukul korbannya dari belakang.

Tidak sampai di situ, korban Imran yang merasa terancam langsung tinggalkan motornya dan lari menyelamatkan diri. Tapi pelaku langsung menebas tangannya.

Akibat kejadian tersebut, korban yang merupakan mahasiswa ATIM Makassar ini terpaksa harus kehilangan telapak tangannya karena menangkis tebasan senjata tajam pelaku saat ingin meminta handphonenya.

Dalam perkara ini, tidak hanya mendudukkan dua terdakwa, Fatullah alias Ullah (18) dan Imran alias Imran (37) juga dinyatakan terlibat dan disebut sebagai terdakwa.

Dari empat terdakwa itu, Firman dan Aco adalah pelaku utama. Sementara Irman adalah penadah hasil curian dan Fatullah adalah pemilik parang yang digunakan pelaku.

Dari pengakuan kedua pelaku, barang curian berupa handphone itu dijual kepada terdakwa Irman seharga Rp 900 ribu. Hasilnya lalu dibagi tiga.

Aco mendapatkan Rp 550 ribu, sementara Fatullah dapat Rp 100 ribu dan Firman Rp 250 ribu. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya